Giri Menang (suarantb.com) – Pembelajaran Fisika, khususnya materi listrik, selama ini kerap dianggap sulit oleh sebagian siswa karena membutuhkan pemahaman konsep sekaligus keterampilan dalam merangkai berbagai komponen listrik.
Untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik, aman, dan interaktif, tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Mataram (Unram) melaksanakan Pelatihan Integrasi Laboratorium Virtual dan Pembelajaran Konvensional pada Materi Listrik bagi Siswa SMA N 1 Gunungsari, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa kelas XII SMA N 1 Gunungsari. Pelatihan dipimpin oleh Wahyudi, S.Si., M.Si., selaku Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat bersama anggota tim yang terdiri atas Prof. Ahmad Harjono, S.Si., M.Pd., Dr. Muh. Makhrus, M.Pd., Dr. Satutik Rahayu, M.Pd., Fathurrahman, M.Pd., serta Muhammad Fadhil Khairullah.
Dalam pelatihan tersebut, siswa diperkenalkan pada pemanfaatan virtual laboratory (virtual lab) sebagai media pembelajaran untuk memahami konsep dan melakukan simulasi rangkaian listrik.
Melalui laboratorium virtual, siswa dapat mencoba berbagai konfigurasi rangkaian, mengamati perubahan yang terjadi, serta melakukan percobaan secara berulang tanpa harus khawatir mengalami kesalahan dalam penyambungan komponen secara langsung.
Ketua Tim Pengabdian, Wahyudi, S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa integrasi laboratorium virtual dengan pembelajaran konvensional menjadi salah satu alternatif untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih beragam kepada siswa.
“Laboratorium virtual tidak dimaksudkan untuk menggantikan praktikum secara langsung, tetapi menjadi media pendukung yang memungkinkan siswa memahami konsep dan mencoba berbagai kemungkinan rangkaian sebelum atau sesudah melakukan praktikum secara nyata,” jelas Wahyudi.
Pendekatan tersebut mendapat respons positif dari para siswa. Mereka tampak antusias ketika diberikan kesempatan untuk mencoba sendiri berbagai rangkaian listrik melalui virtual lab. Siswa dapat melakukan percobaan tanpa rasa takut terhadap risiko kesalahan penyambungan komponen yang sering menjadi kendala ketika pertama kali melakukan praktikum listrik secara langsung.
Bagi siswa, pengalaman tersebut memberikan ruang untuk bereksperimen secara lebih bebas. Kesalahan dalam merangkai rangkaian tidak lagi menjadi sesuatu yang menakutkan karena siswa dapat melakukan perubahan konfigurasi dan mencoba kembali hingga memperoleh hasil yang sesuai dengan konsep yang dipelajari.
Selain praktik menggunakan virtual lab, Dr. Satutik Rahayu, M.Pd. turut memberikan penguatan mengenai sejumlah aplikasi dan platform yang dapat dimanfaatkan siswa untuk belajar fisika, khususnya dalam memahami konsep-konsep listrik. Berbagai aplikasi tersebut dipilih karena relatif mudah digunakan dan dapat diakses secara gratis sehingga siswa dapat melanjutkan kegiatan belajar secara mandiri di luar kelas.
Menurut Dr. Satutik Rahayu, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran fisika perlu diarahkan bukan sekadar untuk mengikuti perkembangan digital, tetapi juga untuk membantu siswa membangun pemahaman konsep.
“Teknologi dapat menjadi jembatan bagi siswa untuk menghubungkan konsep fisika yang bersifat abstrak dengan fenomena yang dapat mereka amati melalui simulasi. Yang terpenting adalah bagaimana virtual lab digunakan secara terintegrasi dengan pembelajaran, bukan sekadar sebagai permainan simulasi,” ujarnya.
Kegiatan pelatihan juga dirancang agar siswa tidak hanya mengenal aplikasi, tetapi mampu menggunakannya sebagai bagian dari proses belajar. Siswa diarahkan untuk mengamati fenomena, menyusun rangkaian, melakukan percobaan, mencatat hasil, dan menghubungkan hasil simulasi dengan konsep fisika yang telah dipelajari.
Tim Pengabdian berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pembelajaran sekaligus memperkuat pemahaman konsep listrik. Pemanfaatan laboratorium virtual juga diharapkan dapat menjadi alternatif bagi sekolah dalam memberikan pengalaman praktikum yang lebih fleksibel, terutama ketika terdapat keterbatasan alat, waktu, maupun kesempatan untuk melakukan percobaan secara langsung. (r)

