BerandaNTBLOMBOK BARATBanjir Rob Terjang Dua Desa di Lombok Barat, Ratusan KK Terdampak

Banjir Rob Terjang Dua Desa di Lombok Barat, Ratusan KK Terdampak

- Advertisement -

Giri Menang (Suara NTB) – Banjir rob menerjang dua desa di Lombok Barat (Lobar), yakni Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung dan Desa Kuranji Dalang pada Selasa (11/8/2026) pagi sekitar pukul 06.00 Wita. Sebanyak ratusan KK diperkirakan terdampak bencana tahunan ini.


Kini warga membutuhkan bantuan dari pemerintah, karena warga tidak bisa memasak akibat dapurnya ikut terendam. Terlebih selama sepekan terakhir melayan setempat tidak bisa melaut.
Pantauan media di lokasi pada Selasa (11/8), air laut masuk hingga ke pemukiman penduduk. Untungnya, air tidak sampai masuk ke rumah warga, hanya mengenai bagian pekarangan. Tampak tim BPBD bersama kecamatan serta desa pun turun memantau ke lokasi.


Warga Dusun Taman Desa Taman Ayu, Hairiah menuturkan air laut naik akibat gelombang tinggi, berlangsung selama empat hari terakhir. “Tapi hari ini (Selasa, red) yang parah, hingga masuk ke pemukiman warga,” tuturnya.


Akibat banjir rob itu, tidak hanya menggenangi pemukiman, tetapi juga mengakibatkan sampan milik nelayan rusak. Warga yang rumahnya berada di pinggir pantai tepaksa mengevakuasi diri ke rumah keluarga yang aman. “Tidak berani tidur karena gemuruh ombak seperti gempa rasanya,” ujarnya.


Warga lain bernama Sapii, mengaku, karena kejadian ini telah biasa terjadi sehingga warga pun tidak terlalu panik. Dusun itu sendiri menjadi langganan banjir rob tiap tahun. Tahun ini, termasuk lumayan parah.


Warga setempat juga tidak bisa melaut hampir selama seminggu terahir. Untuk itu, warga berharap agar diberikan bantuan sembako untuk memenuhi kebutuhan selama beberapa hari ke depan. “Kami berharap bantuan sembako, karena ini (gelombang tinggi) diperkirakan sampai empat lima hari ke depan,” harap dia.


Ketua Kelompok Masyarakat Nelayan Desa Taman Ayu, Lalu Ahmad mengatakan jumlah nelayan yang terdampak cuaca buruk banjir rob ini sebanyak 150 KK atau 450 jiwa. Bahkan akibat dihantam gelombang tinggi, beberapa unit perahu milik nelayan rusak.


Warga saat ini membutuhkan bantuan dari pemerintah, karena sejak beberapa hari terakhir mereka tidak bisa melaut. Dan diperkirakan dalam waktu tiga sampai empat hari ke depan, mereka tidak bisa melaut karena kondisi cuaca ini.


Di masa paceklik ini, nelayan mengisi waktu dengan memperbaiki alat tangkap seperti jaring dan lainnya. Mereka juga berharap bantuan alat tangkap, sebab selama hampir beberapa tahun terakhir warga tidak pernah mendapatkan bantuan alat tangkap.


Sementara itu, Kades Kuranji Dalang Sidik mengatakan dua dusun di desanya terkena banjir rob yakni Dusun Kuranji Dalang dan Kuranji Bangsal. “Kejadiannya persis sama waktunya seperti di Taman Ayu, pada pagi hari. Yang terdampak di kami 270 KK, kalau jiwa sekitar 700 jiwa,” sebutnya.


Saat ini warga membutuhkan bantuan logistik, kerana warga tidak bisa melaut. “Harapan kami diberikan bantuan sembako untuk sambung hidup selama tidak bisa melaut,” ujarnya.


Kepala Pelaksana BPBD Lobar, H. Ramdan Hariyanto, S.Sos., yang turun bersama Tim dan Camat Gerung Fitriati Wahyuni mengatakan bahwa banjir rob merendam beberapa rumah warga di Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Lobar. “Ada perahu nelayan rusak (patah),” kata Hari sapaan akrab Kalak BPBD ini.


Selain di Taman Ayu, banjir rob juga terjadi di Desa Kuranji Dalang Kecamatan Labuapi. Kondisi saat ini di beberapa daerah itu, banjir rob sudah surut.


Penanganan jangka pendek berupa bantuan sembako kepada warga terdampak. Pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan OPD terkait. Sebab penanganan dari sisi kedaruratan di BPBD sudah turun ke lokasi, sedangkan nanti terkait bantuan logistik dengan Dinas DKP Ketapang dan Dinas Sosial. (her)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO