BerandaHEADLINEKMP Putri Yasmin Terbakar, Satu Penumpang Meninggal Dunia

KMP Putri Yasmin Terbakar, Satu Penumpang Meninggal Dunia

- Advertisement -


Giri Menang (Suara NTB) – Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin milik PT JEMLA (Jembatan Lautan) terbakar saat sedang berlayar dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan ASDP Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).


Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 12 Agustus 2026, sekitar pukul 04.50 WITA. Kebakaran terjadi ketika kapal masih dalam perjalanan menuju Pelabuhan Lembar.


Dalam video yang beredar terlihat para penumpang KMP Putri Yasmin mengenakan pelampung dan bersiap menyelamatkan diri. Mereka tampak panik. Karena kondisi asap diduga dari kebakaran terus mengepul dari ruangan kapal.


Proses evakuasi dibantu oleh KMP Port Link II yang kebetulan sedang melintas di sekitar lokasi kejadian.


Wasatpel Lembar, Koda P. Nelson Dalo, juga membenarkan kejadian tersebut. “Betul,”kata Nelson. Kejadian kebakaran kapal itu berlangsung di perairan Lombok Bali, mendekat ke Lembar.


Kebakaran kapal tersebut menimbulkan korban jiwa. Satu penumpang IDS, umur 20 tahun, jenis kelamin perempuan, alamat Asrama Brimob Gatep, Ampenan Selatan, Kota Mataram meninggal dunia. Korban kemudian dibawa menuju RSUD Provinsi NTB di Mataram untuk dilakukan proses identifikasi.


Proses evakuasi jenazah korban dan dua lainnya yang selamat menggunakan fastboat dari lokasi kejadian menuju Pelabuhan Lembar. Tim SAR bersama KSOP, aparat dan unsur terkait membawa korban ke ambulans yang telah disediakan di Pelabuhan Lembar. Sedangkan korban selamat dibawa ke terminal penumpang untuk mendapatkan penanganan.


Para anggota keluarga yang menunggu saat proses evakuasi pun pecah. Mereka belum tahu apakah yang meninggal itu keluarganya atau tidak, karena akan diidentifikasi lebih lanjut.
Meski kapal terbakar, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Lembar Syamsurizal menjamin proses pelayanan penyeberangan di Pelabuhan Lembar menuju Padangbai Bali, berjalan normal seperti biasanya.


Diakuinya, pada pukul 04.40 Wita Petugas Pelabuhan Lembar menerima panggilan radio darurat dari KMP Putri Yasmin. Selanjutnya, sekitar pukul 05.00 Wita Tim SAR dibantu kapal Patroli Angkatan Laut serta kapal KM Port Link 2 serta KM. Salindo berangkat menuju KMP Putri Yasmin untuk melakukan evakuasi penumpang.


Dari informasi saat itu, jumlah penumpang sebanyak 131 orang. Terdiri dari laki-laki 83 orang, perempuan 5 orang dan pejalan kaki 43. Proses evakuasi dilakukan menggunakan KMP Salindo sebanyak 15 orang dan KMP Port link sebanyak 20 orang. Selain penumpang, kendaraan juga terdiri dari Golongan 2 (sepeda) sebanyak 15 unit, motor 57 unit. Truk sedang 13 unit. Pick up 4 unit dan mobil pribadi 5 unit.

173 Penumpang Berhasil Dievakuasi

Data sementara yang dirilis Kantor SAR Mataram menyebut 173 penumpang KMP Putri Yasmin berhasil dievakuasi.


Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi mengatakan bahwa proses evakuasi dilakukan pihaknya bersama unsur terkait terhadap para penumpang. Ia menyebut, dari kapal Basarnas berhasil mengevakuasi 59 orang, dari kapal TNI AL sebanyak 18 orang, dan kapal lainnya mengevakuasi 3 orang. Dari tiga orang ini, satu orang dilaporkan meninggal.


Sedangkan 58 orang lain ditemukan oleh kapal Yahct lalu dievakuasi menggunakan kapal No Comment. “Total yang sudah terevakuasi itu di Posko SAR Gabungan saat ini hingga 173 orang,” sebutnya, Rabu (12/8/2026).


Disebutkan, dari 173 penumpang itu termasuk yang dievakuasi tim di Padangbai Bali. Di antara penumpang yang dievakuasi selamat, ada dua warga negara asing asal Australia.


Pihaknya pun terus melakukan upaya pencarian sesuai dengan laporan atau aduan dari masyarakat. Penyisiran dilakukan menggunakan kapal milik kantor SAR Mataram juga dikerahkan di lokasi kejadian. Selain itu dikerahkan satu unit pesawat. Dan sejauh ini dari pantauan visual di lapangan sementara ini, tidak menemukan tanda-tanda korban yang masih di laut.


Pihaknya belum bisa memastikan jumlah total penumpang kapal KMP Putri Yasmin karena perlu disesuaikan data dengan perusahaan pelayaran sendiri dalam hal ini PT Jemla. Namun, pihaknya memastikan penumpang yang dievakuasi berhasil selamat di Posko Gabungan di Pelabuhan Lembar. (her)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO