Mataram (Suara NTB) – Ketua Umum PP Tunas Indonesia Raya (TIDAR), Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, melantik Muhammad Alfian sebagai Ketua Pengurus Daerah (PD) TIDAR NTB untuk periode 2026-2031, di Mataram pada Selasa malam (11/8).
Dalam momentum itu, Saraswati meminta kader TIDAR NTB tidak hanya aktif dalam kegiatan politik, tetapi ikut memastikan program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berjalan dan dirasakan masyarakat.
Saraswati mengatakan posisi TIDAR sebagai organisasi sayap pemuda Partai Gerindra menjadi strategis untuk menjangkau kelompok generasi muda. Terutama, lebih dari 53 persen populasi Indonesia merupakan generasi Z dan milenial.
“Anak-anak muda di daerah harus bisa merangkul dan memenangkan suara pemuda-pemudi untuk Gerindra. Komunikasi harus berjalan jelas agar program-program pemerintah disampaikan langsung ke masyarakat, sekaligus menyerap aspirasi mereka untuk disalurkan kepada para kepala daerah,” seru Saraswati.
Keponakan Presiden Prabowo Subianto itu juga mengingatkan kader TIDAR agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Menurutnya, organisasi kepemudaan tersebut harus bisa mandiri sekaligus menyiapkan regenerasi politik untuk menghadapi agenda politik 2029.
Di tempat yang sama, Ketua DPD Partai Gerindra NTB, Lalu Pathul Bahri juga mendorong kepengurusan baru TIDAR NTB memanfaatkan energi anak muda untuk memperkuat Partai Gerindra di NTB.
“Semangat anak-anak muda ini sangat penting agar Pak Prabowo tetap eksis dan membesarkan Partai Gerindra di NTB. Mulai dari anak muda sampai orang tua, kita adalah satu kesatuan yang utuh,” tegas Bupati Lombok Tengah itu.
Pathul mengatakan konsolidasi kader muda juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi agenda politik mendatang, termasuk Pemilu 2029.
“Gerindra harus bisa menunjukkan yang terbaik untuk NTB dan memenangkan Pilpres yang akan datang. TIDAR dan Gerindra bisa dibesarkan oleh kerja keras kita semua,” lanjutnya.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang hadir dalam pelantikan itu, meminta pengurus TIDAR NTB membangun karakter sebagai organisasi yang mampu memberi kontribusi nyata kepada masyarakat.
Ia menekankan kader TIDAR harus meneladani gaya kepemimpinan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, terutama dalam keberanian mengambil tanggung jawab dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“TIDAR harus jadi pejuang politik, tangannya tidak boleh di bawah dan harus berani berdiri di atas kaki sendiri. Karena kekuatan memberi dan berkontribusi itu bisa dalam bentuk pemikiran maupun tenaga,” tutur Iqbal.
Menurutnya, TIDAR juga memiliki posisi penting sebagai representasi Partai Gerindra sekaligus mitra pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan. (ndi)

