Taliwang (Suara NTB) – Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat menjalankan program mandiri benih sebagai bagian dari aksi Program KSB Maju Luar Biasa pada klaster pertanian. Program ini diarahkan untuk memperkuat ketersediaan benih unggul produksi petani lokal sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan benih dari luar daerah.
Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian KSB, Syamsul Rizal mengatakan program tersebut mulai berjalan melalui kegiatan penangkaran benih unggul yang melibatkan tujuh kelompok tani. “Program mandiri benih ini sudah kita mulai. Dan tahap pertama ini ada 60 hektare lahan yang dikelola oleh tujuh kelompok tani,” kata Rizal.
Tujuh kelompok tani tersebut tersebar di Kecamatan Brang Rea, masing-masing berada di Desa Sapugara Bree dan Desa Beru. Kelompok tani penangkar itu pun saat ini mulai melakukan proses produksi perdananya.
Rizal menjelaskan, dari lahan seluas 60 hektare tersebut ditargetkan dapat menghasilkan sekitar 247 ton benih. Setelah melalui proses produksi dan penyusutan, diperkirakan sebanyak 190 ton dapat menjadi benih bersertifikat.
“Perkiraannya dari produksi 190 ton benih bersertifikat tersebut nantinya mampu memenuhi sekitar 59 persen kebutuhan benih petani di Kabupaten Sumbawa Barat,” bebernya.
Untuk mendukung kegiatan penangkaran benih tersebut, Rizal menyatakan kelompok tani diberikan benih sumber berlabel putih. Benih tersebut terdiri atas beberapa varietas unggul yakni Inpari 30, Inpari 42, dan Inpari 49. “Dan di musim tanam ketiga tahun ini produknya bisa mulai dimanfaatkan,” ujarnya.
Rizal mengatakan, kelompok tani penangkar mendapatkan pendampingan lebih intensif agar proses produksi berjalan sesuai standar dan menghasilkan benih yang memenuhi persyaratan sertifikasi.
Pemerintah daerah bahkan menyiapkan fasilitator khusus yang direkrut dari kalangan sarjana pertanian untuk mendampingi petani penangkar. Pendampingan juga melibatkan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) NTB serta penyuluh pertanian lapangan (PPL).
Pihaknya tidak hanya mendorong peningkatan produksi pertanian, tetapi juga membangun sistem penyediaan benih yang bersumber dari petani lokal. Jika target produksi tercapai, keberadaan penangkar benih di daerah diharapkan dapat menjadi salah satu penopang kebutuhan benih padi petani KSB secara berkelanjutan.
Program mandiri benih menjadi salah satu langkah dalam aksi KSB Maju Luar Biasa klaster pertanian, dengan menempatkan kemandirian sarana produksi sebagai bagian penting dalam memperkuat sektor pertanian daerah.(bug)

