Giri Menang (Suara NTB) – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 terjadi di wilayah Timur Laut Mbay-Nagekeo-NTT. Guncangan gempa yang terjadi sekitar Sabtu pagi, 15 Agustus 2026 itu dirasakan hingga Lombok Barat dan sekitarnya. Sebagian warga pun terbangun hingga keluar rumah.
BMKG pun mengeluarkan status peringatan dini tsunami setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 tersebut. Berdasarkan data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa tercatat berada di wilayah Wilayah Laut Flores, tepatnya berjarak 38 kilometer Timur Laut Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada pukul 05.58:23 WITA (21:58:23 UTC, 14 Agustus 2026).
Warga yang berada di wilayah Lombok Barat dan sekitarnya merasakan guncangan gempa tersebut. Seperti yang dirasakan masyarakat di wilayah Gerung. Kendati guncangannya tidak terlalu kuat, tetapi cukup membuat warga kaget dan berhamburan keluar rumah. “Gempa, gempa,” kata warga BTN Reyan Gerung, pada Sabtu (14/8/2026) sekitar pukul 06.00 pagi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah 30 km Timur Laut Mbay, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB atau 05.58 Wita.
Berdasarkan pemutakhiran data BMKG pada pukul 05.09 WIB, pusat gempa terletak di koordinat 8,41 LS dan 121,39 BT dengan kedalaman 15 km. Peristiwa teknis ini berdampak pada potensi timbulnya gelombang tsunami di beberapa wilayah pesisir Indonesia.
Peringatan dini tsunami ini mencakup sejumlah wilayah pesisir yang tersebar di empat provinsi, yaitu Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. BMKG membagi level ancaman menjadi status Siaga dan Waspada berdasarkan hasil pemodelan estimasi waktu tiba gelombang. (her)


