Giri Menang (Suara NTB) – Kemeriahan Pekan Kesenian Senggigi kembali menyedot perhatian pengunjung yang digelar tiap akhir pekan di Amphitheater Pasar Seni Senggigi, pada Sabtu, (15/8/2026). Sejak sore pukul 16.00 hingga 22.00 Wita, gelaran ini terpantau ramai dan dipadati pengunjung seperti pekan-pekan sebelumnya.
Acara mingguan dalam rangkaian Festival Senggigi: The Soul of Lombok ini terbukti semakin diminati dan menjadi daya tarik utama, baik bagi masyarakat lokal Lombok Barat maupun para turis mancanegara yang sedang menginap di berbagai hotel kawasan Senggigi. Ada yang unik dan spesial pada edisi kali ini. Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81Kemerdekaan Republik Indonesia, panitia menggelar perlombaan khas agustusan, yakni Lomba Makan Kerupuk.
Suasana semakin heboh dan penuh gelak tawa saat anak-anak dan para wisatawan asing turut serta secara antusias dalam lomba. Gelak tawa dan sorak-sorai penonton pecah menyaksikan aksi menggemaskan para turis yang berjuang menghabiskan kerupuk yang digantung. Keseruan ini memberikan pengalaman budaya Indonesia yang otentik dan tak terlupakan bagi para wisatawan.
Kepala Desa Senggigi Mastur mengaku sangat antusias menyaksikan keseruan Pekan Kesenian Senggigi malam tadi.
“Kami antusias dan sangat mengapresiasi acara seperti ini. Tadi kita lihat banyak tamu yang tertarik dengan kegiatan ini dan banyak yang ikut di perlombaan-perlombaan yang ada di Pekan Kesenian Senggigi ini,” ujarnya.
Mastur juga berharap kegiatan ini dapat terus terselenggara setiap pekannya. Bahkan pihaknya selaku tuan rumah tempat terselenggaranya kegiatan ini siap mendukung Dinas Pariwisata menghidupkan dan meramaikan Senggigi.
“Saya harapkan selaku tuan rumah sangat baik untuk mendukung atraksi-atraksi dan mendukung kegiatan-kegiatan dan mendukung destinasi kita yang ada di Lombok Barat. Saya kira selamanya, setiap malam minggu kita adakan kegiatan di sini. Sekali lagi saya apresiasi kegiatan ini dan saya harapkan terus berlanjut,” tegasnya.
Selain kemeriahan lomba agustusan, pengunjung juga disuguhkan dengan berbagai penampilan seni budaya istimewa dari Kecamatan Gerung, di antaranya Cilokak Sasak & Bekayat Sasak yakni alunan musik dan sastra tutur khas Sasak yang syarat akan nilai tradisi. Kemudian ada juga berbagai tarian tradisional.
Apresiasi juga disampaikan Camat Gerung Fitriati Wahyuni. Menurutnya, kegiatan ini mampu memberikan semangat lebih bagi para seniman untuk tampil. Ia mengaku masih banyak para pegiat seni yang memintanya untuk dapat diberikan kesempatan tampil dalam event semacam ini.
“Terima kasih kepada Pemkab Lombok Barat, khususnya kepada Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lombok Barat yang telah memberikan kesempatan kepada talent-talent atau pelaku budaya yang ada di Kecamatan Gerung khususnya. Kami berharap kegiatan ini masih bisa berlanjut, sehingga bisa memberikan ruang, memberikan wadah untuk melestarikan budaya terutama untuk generasi muda di kecamatan Gerung,” ungkapnya.
“Harapan kami kegiatan ini bisa konsisten sehingga memberikan dampak signifikan kepada pariwisata di Kabupaten Lombok Barat,” ujarnya menambahkan.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat dan turis mancanegara, Pekan Kesenian Senggigi terus membuktikan diri sebagai wadah efektif untuk melestarikan budaya lokal sekaligus menggerakkan roda pariwisata dan ekonomi kreatif di Lombok Barat. (her)


