Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa memastikan masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat terkait penanganan lanjutan jembatan Desa Lito yang rusak pasca diterjang banjir bandang pada tahun 2024 lalu.
“Tahap verifikasi, justifikasi dari Balai Jalan Nasional (BJN) dan perencanaan detail sudah kita lakukan, tinggal menunggu informasi penanganan lebih lanjut,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kabupaten Sumbawa, Muhammad Sofyan, kepada Suara NTB, Senin (17/8).
Largo sapaan akrabnya melanjutkan, pemerintah juga saat ini masih menunggu penentuan mekanisme penanganan,apakah pengerjaannya akan dilakukan langsung Kementerian Pekerjaan Umum (PU) atau diserahkan ke pemerintah daerah.
Pihaknya telah merancang metode pembangunan jembatan ini dengan tipe jembatan gelagar atau jenis jembatan yang menggunakan balok utama. Jembatan ini memiliki bentangan sekitar 20 meter dengan lebar 6 meter “Jadi lebarnya tetap sama dengan posisi jembatan yang eksis saat ini, cuman tipenya saja yang berubah yang dianggap lebih kuat dan tahan ketika dihantam banjir bandang,” jelasnya.
Menurutnya,seluruh dokumen dan data pendukung sudah lengkap dan telah diserahkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk proses lebih lanjut. Hal ini menandakan bahwa proses administrasi di tingkat daerah sudah tuntas tinggal menunggu proses pelaksanaan pekerjaan di lapangan. “Tinggal kita menunggu proses pembangunannya saja, kalau untuk perencanaan dan kelengkapan dokumen lainnya sudah kita serahkan ke BNPB,” tukasnya. (ils)


