BerandaPENDIDIKANTingkatkan Pembelajaran Bahasa Jerman, SMAN 3 Mataram Perpanjang Kerja Sama Program PASCH

Tingkatkan Pembelajaran Bahasa Jerman, SMAN 3 Mataram Perpanjang Kerja Sama Program PASCH

- Advertisement -

Mataram (Suara NTB) – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Mataram resmi memperpanjang perjanjian kerja sama (MoU) dengan Goethe-Institut dalam program sekolah mitra PASCH (Schulen: Partner der Zukunft). Perpanjangan kerja sama ini semakin menegaskan posisi Smanti sebagai pionir sekaligus pusat pembelajaran bahasa Jerman di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kemitraan antara Smanti Mataram dan Goethe-Institut sendiri telah terjalin harmonis selama 16 tahun. Perpanjangan MoU yang berlaku untuk kurun waktu satu setengah tahun ke depan ini menjadi langkah strategis sekolah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, khususnya penguasaan bahasa Jerman.

“Goethe kemarin mengundang 29 sekolah mitra se-Indonesia termasuk SMAN 3 Mataram, untuk memperpanjang MoU atau perjanjian kerja sama kita dalam rangka meningkatkan pendidikan, terutama anak-anak secara khusus terkait dengan bahasa Jerman,” ujar Kepala SMAN 3 Mataram, Yuspita Martiningrum, Rabu (19/7).

Melalui kesepakatan baru ini, pihaknya mempertahankan hak legasinya untuk menerbitkan sertifikasi bahasa Jerman tingkat dasar (A1 dan A2) sesuai standar internasional. Selain itu, pihaknya juga ditunjuk sebagai pusat penyelenggaraan ujian sertifikasi tingkat lanjut (B1 dan B2) yang terbuka bagi masyarakat umum.

“Jadi kalau nanti ada masyarakat umum di Lombok, Bali, dan seterusnya, mau berangkat ke Jerman, entah itu karena menikah, bekerja, kuliah, boleh nanti SMAN 3 dijadikan tempat tesnya,” terangnya.

Di samping penandatanganan MoU, Yuspita juga menghadiri rapat Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) bagi sekolah-sekolah yang tergabung dalam jaringan PASCH. Forum tersebut melahirkan berbagai gagasan strategis, salah satunya terkait optimalisasi program beasiswa ke Jerman bagi para siswa.

“Saya di sana memberikan pendapat bahwa program beasiswa harus betul-betul disosialisasikan,” terangnya.

Yuspita menegaskan bahwa pihak sekolah berkomitmen penuh untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Jerman. Ia berharap para siswa dapat memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin, baik untuk melanjutkan studi maupun meniti karier di Jerman.

“Tugas kami adalah bagaimana di internal kami dulu menumbuhkan rasa suka, cinta, senang untuk belajar bahasa Jerman. Karena memang sekarang negara Jerman ini pun membuka peluang seluas-luasnya bagi anak-anak kita agar bisa bekerja, berkuliah, atau dua-duanya di negara Jerman,” pungkasnya. (sib)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO