Dompu (Suara NTB) – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Kementerian Pendidikan turut dirasakan sejumlah sekolah di Kabupaten Dompu. Pada 2026 ini, sebanyak 9 Sekolah Dasar dan 12 Sekolah Menengah Pertama sedang menjalankan program revitalisasi tersebut.
Kepala Bidang Dimdasmen Dinas Dikpora Kabupaten Dompu, H.Nurdin, M.Pd., kepada Suara NTB, Rabu (19/8), mengatakan program revitalisasi tersebut dilaksanakan secara bertahap. Pada tahap awal, sebanyak empat SD dan enam SMP mendapat program revitalisasi. Masing-masing SDN 27 Dompu, SDN 26 Pekat, SDN 20 Woja, dan SDN 34 Woja. Sementara jenjang SMP yakni SMP Islam Al Faat Bara, SMPN 3 Satap Pajo, SMPN 4 Satap Hu’u, SMPN 5 Satap Manggelewa, SMPN 5 Satap Kempo, dan SMPN 4 Satap Pekat.
Kemudian melalui ABT Tahap I, Kabupaten Dompu kembali mendapatkan alokasi untuk lima SD dan enam SMP. Kelima SD tersebut yakni SDN 14 Pajo, SDN 9 Hu’u, SDN 5 Kilo, SDN 22 Manggelewa, dan SDN 28 Pekat.
Sedangkan, enam SMP yang mendapat program tersebut yakni SMPN 5 Dompu, SMPN 5 Satap Pekat, SMPN 8 Satap Woja, SMP IT Sakinah Wawonduru, SMP PGRI Taropo, dan SMP PGRI Kiwu. “Program revitalisasi sedang jalan di 9 SD, dan 12 SMP se Kabupaten Dompu tahun 2026 ini,” ungkap H.Nurdin.
Sebelumnya, Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Dompu, Drs H. Rifaid, M.Pd., mengungkapkan dari ratusan sekolah pendidikan formal dan non formal yang diusulkan, sebanyak 83 sekolah akan direalisasikan program revitalisasi pada 2026.
Dari jumlah tersebut, 11 merupakan jenjang TK/PAUD, 52 SD, 15 SMP, serta lima satuan pendidikan SKB/PKBM. Proses pengajuan dilakukan berdasarkan data Dapodik masing-masing sekolah, termasuk kondisi bangunan dan status kepemilikan lahan. Dari 179 SD yang memenuhi kriteria, sebanyak 52 SD ditetapkan mendapatkan program revitalisasi pada 2026.
Besaran pagu anggaran revitalisasi rata-rata di atas Rp1 miliar. Nilainya disesuaikan dengan tingkat kerusakan bangunan serta kebutuhan masing-masing sekolah. Sekolah yang lolos verifikasi kemudian diundang ke Kementerian untuk mempresentasikan kebutuhan revitalisasinya. Presentasi tersebut dihadiri langsung oleh kepala sekolah, Ketua P2SP, dan perencana sekolah. (ula)


