BerandaNTBLOMBOK UTARAPendapatan Transfer Meningkat, Pemda KLU Tambah Alokasi Belanja Modal

Pendapatan Transfer Meningkat, Pemda KLU Tambah Alokasi Belanja Modal

- Advertisement -

Tanjung (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) mengajukan rancangan Kebijakan Umum Anggaran Perubahan dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUPA PPAS) tahun anggaran 2026 pada Jumat (21/8/2026). Dalam penyampaiannya, eksekutif menyebut adanya penambahan pendapatan daerah yang bersumber dari pendapatan transfer.


Untuk diketahui, rancangan KUA PPAS APBD Perubahan 2026 pada paripurna disampaikan oleh Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, ST., MT. Ia memaparkan, secara umum Pendapatan Daerah semula diproyeksikan sebesar Rp1,26 triliun lebih, mengalami penambahan sebesar Rp35,3 miliar lebih menjadi Rp1,62 triliun lebih. Pendapatan tersebut terdiri dari kontribusi PAD sebesar 28,12 persen atau Rp360,01 miliar lebih, serta dana transfer sebesar Rp692,21 miliar lebih.


“Pendapatan Transfer meningkat 5,1 persen atau Rp35,3 miliar dari pendapatan semula sebesar Rp656,87 miliar lebih,” ujarnya.


Sementara pada komponen Belanja Daerah, Plafon Anggaran Sementara semula diproyeksikan sebesar Rp1,56 triliun lebih, menjadi Rp1,183 triliun lebih.
Terdapat peningkatan belanja sebesar Rp126,54 miliar lebih atau 10,69 persen.

Peningkatan ini sekaligus menambah pagu belanja pada APBD-P, meliputi tambahan Belanja Operasional sebesar Rp 39,11 miliar lebih (9,66 persen) dari Rp 871,27 miliar lebih menjadi Rp 964,39 miliar lebih.


Selanjutnya, Belanja Modal semula sebesar Rp55,01 miliar lebih bertambah sebesar Rp34,23 miliar lebih menjadi Rp89,25 miliar lebih. Tambahan sebesar 38,36 persen dari angka belanja modal APBD induk ini diharapkan mempercepat proses pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik di Lombok Utara.


“Komponen Belanja Tidak Terduga (BTT) semula sebesar Rp3,12 miliar dikurangi Rp1 miliar menjadi Rp2,12 miliar,” imbuh Kus.


Sedangkan pada komponen Belanja Transfer, ditambah sebesar Rp150 juta menyebabkan Belanja Transfer meningkat dari Rp127,46 miliar lebih menjadi Rp127,61 miliar lebih.


“Untuk saat ini, pemerintah menganggarkan penerimaan pembiayaan semula Rp35 miliar lebih menjadi Rp126,19 miliar lebih (penerimaan dari Silpa 2025). Serta, pengeluaran pembiayaan sebesar Rp5 miliar (untuk penyertaan modal),” tandasnya. (ari)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO