MUSIBAH kebakaran yang melanda Kampung Adat Sade Desa Rembitan Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng) mendapat perhatian khusus pemerintah pusat. Melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar), pemerintah pusat kini tengah mengindentifikasi kebutuhan dan jenis bantuan yang disiapkan bagi warga terdampak kebakaran.
Dalam keterangan pers Minggu (23/8), Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah kebakaran yang melanda Kampung Adat Sade tersebut. Namun ia bersyukur tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran yang menghanguskan seratusan rumah tersebut.
“Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam kepada seluruh masyarakat Kampung Adat Sade yang terdampak. Yang paling penting saat ini adalah memastikan warga dalam kondisi aman dan kebutuhan dasar masyarakat dapat segera terpenuhi,” ungkapnya.
Kemenpar selanjutnya akan terus berkoordinasi pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten sertab pemangku kepentingan terkait lain untuk memantau perkembangan situasi di lapangan. Sekaligus mengidentifikasi dukungan yang dapat segera diberikan kepada warga terdampak kebakaran.
Untuk penanganan darurat ini pihaknya sudah menginstruksikan jajaran Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok untuk turun dan terlibat langsung dalam penanganan di lapangan. Salah satunya dengan membuka dapur umum guna mendukung kebutuhan konsumsi masyarakat terdampak dan menyiapkan bentuk bantuan lain sesuai kebutuhan di lapangan.
“Saya sudah meminta Poltekpar Lombok untuk bergerak dan memberikan dukungan yang dibutuhkan masyarakat, termasuk menyiapkan dapur umum,” imbuhnya.
Untuk pelaksanaannya nanti akan dilakukan secara terkoordinasi. Dalam hal ini pihaknya siap mengikuti arahan Forkopimda Loteng. Harapannya, bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran dan tidak tumpang tindih dengan penanganan yang sudah berjalan.
Dikatakannya, perhatian Kemenpar terhadap Kampung Adat Sade tidak semata-mata karena kawasan tersebut merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Pulau Lombok. Tetapi Kampung Adat Sade merupakan ruang hidup masyarakat Sasak yang memilih mempertahankan tradisi, arsitektur, kerajinan, serta tata kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun.
Keunikan itulah menjadikan Kampung Adat Sade sebagai salah satu ikon wisata budaya. Tidak hanya di NTB, tetapi juga Indonesia. “Kampung Sade bukan sekadar destinasi wisata. Sade adalah rumah masyarakat, ruang hidup budaya Sasak, sekaligus bagian penting dari kekayaan pariwisata Indonesia. Karena itu, duka masyarakat Sade juga menjadi duka kita bersama,” ujar Menpar.
Sumbang Rp1 Miliar
Kejadian terbakarnya Desa Adat Sade ini juga mengundang simpati dari The Dudas Minus One. Raffi Ahmad didampingi Nagita Slavina, Gading Marten, Ariel Noah dan Desta yang kebetulan sedang berlibur di Lombok langsung berkunjung ke lokasi kejadian.
Pada kesempatan ini, The Dudas Minus One memberikan sumbangan pada warga senilai Rp1 miliar. Raffi Ahmad, menjelaskan, jika mereka hadir langsung di Desa Adat Sade atas nama kemanusiaan dan rasa persaudaraan dengan terhadap warga yang sedang mendapatkan ujian.
‘’Semoga bantuan ini dapat segera dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok dan sedikit meringankan beban masyarakat. Bukan tentang seberapa besar yang bisa kami berikan, tetapi tentang bagaimana kita bisa hadir, bergandengan tangan, dan saling menguatkan,’’ ujarnya.
Dalam hal ini, tambahnya, pihaknya tidak akan membiarkan masyarakat Desa Sade berjuang sendirian. Pihaknya akan terus mendoakan, mendukung, dan mendorong agar proses pemulihan dapat berjalan dengan lancar, sehingga kehidupan masyarakat dapat kembali normal dan penuh harapan.
‘’Di saat saudara kita membutuhkan, sudah sepatutnya kita saling menguatkan. Karena kemanusiaan tidak mengenal jarak, dan persaudaraan tidak mengenal batas,’’ tandasnya. (kir)


