BerandaNTBLOMBOK TIMURBupati Lotim Minta Generasi Muda Paham dan Menghargai Sejarah

Bupati Lotim Minta Generasi Muda Paham dan Menghargai Sejarah

- Advertisement -

Selong (Suara NTB) – Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Haerul Warisin menegaskan pentingnya generasi muda memahami dan menghargai sejarah daerah sebagai bagian dari identitas masyarakat Lombok Timur. Hal itu disampaikannya saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Shirotol Mustaqim, Desa Sapit, Kecamatan Suela, Selasa (25/8/2026).


Salah satu yang disampaikan Bupati adalah kebijakan mulai tahun 2026 untuk menetapkan 31 Agustus sebagai Hari Jadi Kabupaten Lombok Timur. Peringatan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi menjadi momentum untuk mengenalkan sejarah dan perjalanan daerah kepada generasi muda.


Bupati mengatakan, pemahaman terhadap sejarah daerah penting agar generasi penerus tidak kehilangan akar dan mengetahui bagaimana Lombok Timur tumbuh serta berkembang hingga saat ini.


Disampaikan, perayaan HUT mendatang akan dikemas secara sederhana tanpa anggaran besar. Rangkaian acaranya akan diisi dengan pengajian umum yang mengundang TGB (Tuan Guru Bajang) serta hiburan rakyat.


Dalam kesempatan tersebut, H. Iron, sapaan akrab Bupati Lotim juga menekankan bahwa seluruh jajaran pemerintah, mulai dari camat, aparat keamanan, hingga tenaga kesehatan merupakan pelayan masyarakat. Karena itu, pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan dengan ramah dan maksimal.


Ia menyoroti meningkatnya alokasi anggaran BPJS Kesehatan untuk masyarakat Lombok Timur, dari sekitar Rp98 miliar pada 2025 menjadi Rp143 miliar pada 2026. Besarnya dukungan anggaran tersebut, menurutnya, harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan di puskesmas maupun rumah sakit.


“Camat, Danramil, Kapolres, hingga saya sebagai Bupati, kita semua ini adalah pelayan masyarakat, bukan datu. Layani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Jika ada petugas yang tidak melayani dengan ramah, segera laporkan,” tegasnya.


Selain BPJS Kesehatan, Bupati juga mendorong perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan. Ia berharap guru ngaji, marbot masjid, hingga para petani di Lotim dapat memperoleh perlindungan melalui program tersebut.


Bupati menjelaskan, BPJS Kesehatan memberikan perlindungan berupa pembiayaan ketika masyarakat membutuhkan pengobatan, sementara BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan terhadap risiko pekerjaan sekaligus jaminan bagi keluarga peserta.


Jika peserta BPJS Ketenagakerjaan meninggal dunia, kata dia, ahli waris dapat memperoleh santunan yang diharapkan membantu keberlangsungan hidup keluarga. Selain itu, terdapat pula manfaat beasiswa pendidikan bagi anak-anak peserta sesuai ketentuan program.


Kebijakan tersebut diharapkan memberikan rasa aman dan perlindungan finansial bagi pekerja informal maupun tokoh keagamaan yang selama ini memiliki peran penting dalam kehidupan sosial masyarakat.


Di bidang pembangunan, Bupati kembali menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat perbaikan sarana jalan di wilayah yang membutuhkan. Percepatan pembangunan infrastruktur jalan akan kembali dilanjutkan pada 2027.


Sementara itu, Kepala Desa Sapit, H. Sukrihin menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati dalam peringatan Maulid Nabi di desanya. Ia menjelaskan, pelaksanaan Maulid di Desa Sapit memiliki tradisi khas yang terbagi dalam dua prosesi.


Prosesi pertama dimulai sekitar pukul 03.30 Wita di rumah adat yang dihadiri kepala desa bersama masyarakat. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan acara utama di masjid.


Peringatan tersebut turut dihadiri Tuan Guru, tokoh agama, alim ulama, tokoh pemuda, serta masyarakat setempat. Kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan santunan secara simbolis kepada anak yatim dan piatu. (rus)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN









VIDEO