Taliwang (Suara NTB) – Rancangan Peraturan Bupati (Raperbup) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tentang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dengan penerapan sistem digital atau e-voting selangkah lagi disahkan menjadi peraturan bupati.
Kepastian segera terbentuknya regulasi yang akan menjadi payung hukum penyelenggaraan Pilkades Serentak tahun 2026 itu, seiring dengan telah dilakukannya harmonisasi oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) KSB, H. Abdul Hamid mengatakan, proses harmonisasi Raperbup Pilkades itu telah tuntas pada pekan lalu. Kantor Wilayah Kementerian Hukum RI Kantor Perwakilan Provinsi NTB,memberikan sejumlah catatan kepada Pemda KSB untuk dilakukan penyempurnaan.
“Dan perbaikan-perbaikan sebagaimana koreksi oleh Kanwil itu sekarang sedang berjalan di bagian hukum,” terang Hamid dikonfirmasi pada, Jumat (28/8).
Setelah disempurnakan oleh Bagian Hukum, Raperbup tersebut selanjutnya akan masuk ke tahap fasilitasi oleh Biro Hukum Setda Provinsi NTB. Dikatakan Hamid, proses fasilitasi di tingkat provinsi tersebut, pihaknya menargetkan dilaksanakan pekan depan. “Minggu ini selesai oleh Bagian Hukum, langsung kita bawa ke provinsi minggu depan,” ujarnya.
Penyelesaian Raperbup Pilkades menjadi Perbup itu, Hamid optimis dapat tuntas di pekan depan atau paling lambat minggu kedua September. “Sekarang sambil jalan kami juga sedang susun Juklak Juknisnya,” ungkap mantan Kepala Disnakertrans KSB ini.
Pada bagian lain, Hamid selanjutnya menguraikan terkait persiapan penunjukan mitra kerja sama yang akan digandeng dalam pelaksanaan Pilkades berbasis digital tersebut. Ia mengatakan, PT Intens yang akan diajak bekerja sama akan ditunjuk melalui prosedur e-purchasing dalam sistem katalog elektronik (e-katalog).
“Jadi tidak dilakukan tender. Kita tunjuk PT Intens (Inti Konten Indonesia) yang sejak awal memang kita sudah berkomunikasi dengan mereka,” paparnya seraya mengurai pengalaman PT Intens yang selama ini telah mengawal Pilkades berbasis digital di banyak daerah.
“Insyaallah untuk penyelenggaraan, PT Intens sudah sangat berpengalaman,” pungkas Hamid.(bug)


