BerandaNTBLOMBOK TENGAHBelum Serah Terima, Jembatan Gantung Lantan Diduga Jadi Sasaran Pencurian

Belum Serah Terima, Jembatan Gantung Lantan Diduga Jadi Sasaran Pencurian

- Advertisement -

Praya (Suara NTB) – Jembatan gantung yang menghubungkan Desa Lantan dan Desa Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah (Loteng) diduga jadi sasaran pencurian. Sejumlah baut dan mur jembatan yang baru beberapa bulan selesai dibangun tersebut diketahui hilang, karena diduga dicuri oknum tidak bertanggung jawab.


Pemerintah Desa Lantan pun harus memperketat pengawasan terhadap jembatan tersebut untuk menghindari terjadinya kembali aksi pencurian. Meski sampai sejauh ini aksi dugaan pencurian itu tidak sampai merusak fungsi jembatan gantung tersebut.


“Jembatannya sejauh ini masih berfungsi dan tetap bisa digunakan oleh masyarakat,” aku Kepala Desa Lantan Erwandi, S.Pd., saat dikonfirmasi Suara NTB, Senin (31/8/2026).


Ia mengatakan, aksi dugaan pencurian tersebut diduga terjadi beberapa hari yang lalu dan baru diketahui saat petugas melakukan pengecekan kondisi jembatan akhir pekan kemarin. Di mana dibeberapa bagian jembatan ditemukan ada baut dan mur yang berfungsi sebagai pengunci dan pengamana sambungan jembatan, hilang.


Atas kejadian itu pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak berwajib. Pemerintah daerah juga sudah dilapori terkait kejadian itu. “Sebagai langkah antisipasi, kita sudah minta BKD untuk turun mengawasi secara berkala. Jangan sampai kasus serupa terulang kembali,” ujarnya.


Entah siapapun pelakunya, pihaknya tentu sangat menyayangkan hal seperti itu sampai terjadi. Apalagi ini fasilitas yang sudah cukup lama dinantikan kehadirannya oleh masyarakat, khususnya masyarakat Desa Lantan dan Karang Sidemen. Karena dengan keberadaan jembatan tersebut, mobilitas masyarakat jauh lebih cepat.


“Jelang sangat sayangkan hal ini sampai terjadi. Dan, berharap hal serupa tidak terjadi lagi. Karena ini fasilitas umum yang memang sudah lama diharapkan kehadiranya,” ujar Erwandi seraya menambahkan, apalagi status jembatan masih belum serah terima.


Dikonfirmasi terpisah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Loteng Ir. Lalu Rahardian, membenarkan kasus dugaan pencurian di fasilitas jembatan Desa Lantan tersebut. Pihaknya bersama Balai Jalan sebelumnya juga sudah turun untuk mengecek informasi tersebut. Dari hasil pemeriksaan ditemukan ada lima titik baut yang terlepas.


Meski demikian kondisi jembatan dinyatakan masih sangat layak untuk digunakan. “Terhadap temuan itu Balai Jalan akan segera melakukan perbaikan atau pergantian. Rencananya akan di las untuk mengantisipasi aksi pencurian,” ujarnya. (kir)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN









VIDEO