Tanjung (Suara NTB) – Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) memfasilitasi sertifikasi tenaga Pelaksana Lapangan (PL) yang bergerak pada infrastruktur irigasi. Langkah ini merupakan wujud dukungan Pemda untuk meningkatkan kualitas SDM para PL Irigasi untuk menghasilkan input dan output jaringan irigasi bagi masyarakat di KLU.
Wakil Bupati KLU, Kusmalahadi Syamsuri, S.T., M.T., mengatakan pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya dipandang dari aspek fisik semata. Di balik setiap saluran irigasi yang dibangun, terdapat kualitas sumber daya manusia (SDM) yang menjadi kunci keberhasilan dan keberlanjutan aset tersebut.
“Peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi merupakan kebutuhan mendesak Sertifikasi kompetensi bukan hanya sekadar mendapatkan selembar sertifikat, lebih dari itu, ini adalah bentuk pengakuan terhadap kompetensi seseorang sekaligus tanggung jawab moral untuk menerapkan pengetahuan tersebut secara profesional di lapangan,” ujar Wabup, kemarin.
Dikatakannya, fasilitasi pelatihan yang dilakukan OPD teknis Pemda KLU memegang peran vital. Pasalnya, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat KLU. Ketersediaan jaringan irigasi yang berfungsi optimal sangat dibutuhkan untuk menjaga produktivitas lahan dan kesejahteraan petani, pekerjaan irigasi harus dilaksanakan dengan standar teknis, keselamatan kerja, dan metode yang tepat.
“Saya berharap para peserta tidak hanya kompeten secara administratif, tetapi benar-benar memiliki kemampuan yang dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari, serap ilmu dari instruktur, jangan ragu berdiskusi, dan bagikan pengalaman lapangan kalian,” pesannya.
Sementara, Plt. Kepala Dinas PUPR-PKP KLU, Bambang Gunawan, ST., MT., mengatakan Pelatihan dan Sertifikasi Pelaksanaan Lapangan Pekerjaan Saluran Irigasi Jenjang 4 Tahun 2026 merupakan wujud konkret komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) konstruksi. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 31 Agustus hingga 1 September 2026.
Bambang menjelaskan, pelatihan ini dirancang khusus untuk membekali tenaga pelaksana lapangan dengan standar teknis yang ketat. Fokus utamanya meliputi pemahaman metode pelaksanaan pekerjaan saluran irigasi, aspek mutu, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta pengendalian pekerjaan di lapangan sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
“Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong tersedianya tenaga kerja konstruksi yang kompeten dan profesional di Lombok Utara, Peserta tidak hanya memperoleh sertifikasi sesuai jenjang keahlian, tetapi juga kemampuan nyata untuk mendukung kualitas pembangunan infrastruktur, khususnya jaringan irigasi,” ujar Bambang.
Peserta pelatihan adalah tenaga kerja konstruksi yang secara langsung terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan saluran irigasi di wilayah KLU.
Melalui program ini, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap aset infrastruktur yang dibangun memiliki daya tahan dan fungsi optimal karena ditangani oleh SDM yang tersertifikasi.
Ia juga menyampaikan harapan agar kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi di daerah.
“Semoga pelatihan ini menjadi fondasi kuat bagi profesionalisme SDM kita, sehingga pembangunan infrastruktur irigasi di Lombok Utara semakin berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (ari)


