BerandaNTBDOMPU70 Hari Tidak Hujan, Dompu Dilanda Kekeringan Ekstrem

70 Hari Tidak Hujan, Dompu Dilanda Kekeringan Ekstrem

- Advertisement -

Dompu (Suara NTB) – Kabupaten Dompu mengalami kekeringan ekstrem setelah lebih dari 70 hari tidak diguyur hujan. Dampak kekeringan pun mulai meluas dan ketersediaan air bersih menjadi persoalan utama bagi masyarakat terdampak.


Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dompu, H. Wan Muhtajun, ST., mengatakan, hingga saat ini distribusi air bersih masih menjadi solusi utama yang dapat dilakukan pemerintah untuk membantu warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air.


“Sampai hari ini, distribusi air bersih masih menjadi solusi yang bisa diberikan untuk masyarakat terdampak,” ungkap H. Wan Muhtajun kepada Suara NTB, Selasa (1/9).


Menurutnya, musim kemarau yang terjadi di Kabupaten Dompu telah berlangsung lebih dari 70 hari tanpa hujan. Berdasarkan kondisi yang terjadi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengategorikan wilayah Dompu, Kabupaten Bima dan Kota Bima telah berada dalam kondisi kekeringan ekstrem.


Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak, BPBD Kabupaten Dompu terus melakukan pendistribusian air bersih ke sejumlah wilayah. Pada Selasa (1/9), pihaknya berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Dompu menyalurkan air bersih menggunakan empat unit mobil tangki.


Empat mobil tangki tersebut merupakan dukungan dari BPBD Kabupaten Dompu, Bank NTB Syariah, PDAM dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Dompu. “Sejak tadi pagi (kemarin, red) kita distribusikan air bersih di Simpasai. Distribusi berlanjut di Tembalae, Kecamatan Pajo. Kita akan upayakan pendistribusian air bersih setiap hari bagi warga terdampak,” katanya.


Berdasarkan data sementara BPBD Kabupaten Dompu hingga 31 Agustus 2026, sedikitnya sembilan desa dan kelurahan di empat kecamatan telah terdampak kekeringan.


Di Kecamatan Woja, wilayah terdampak meliputi Desa Baka Jaya sebanyak 50 kepala keluarga (KK), Desa Nowa 195 KK, Kelurahan Kandai Dua 307 KK, dan Kelurahan Simpasai sebanyak 125 KK. Sementara, di Kecamatan Pajo, warga terdampak berada di Desa Ranggo sebanyak 40 KK dan Desa Tembalae sebanyak 467 KK.


Di Kecamatan Dompu, kekeringan terjadi di Dusun Karaku, Desa Manggenae yang berdampak pada 75 KK serta Desa Mbawi sebanyak 355 KK. Sedangkan, di Kecamatan Manggelewa, warga terdampak berada di Desa Kampasi Meci sebanyak 47 KK.


Dengan kondisi kemarau yang masih berlangsung, kebutuhan air bersih diperkirakan tetap menjadi persoalan bagi masyarakat di wilayah terdampak. Pihaknya terus berupaya melakukan pendistribusian air bersih secara bertahap dan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga. (ula)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN









VIDEO