Taliwang (Suara NTB) – Lapangan Graha Fitrah, Kompleks Kemutar Telu Center (KTC), Selasa (1/9) kemarin, penuh suasana keceriaan. Ratusan anak dari berbagai sekolah PAUD se-Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memenuhi lapangan depan kantor bupati untuk mengikuti Festival Laskar Undru Gebyar PAUD 2026.
Festival bertema “Sayangi Anak, Lindungi Anak dan Bangun Masa Depan” dikemas melalui sejumlah kegiatan dan perlombaan yang memberi ruang kepada anak untuk bermain, berkreasi, bekerja sama dan berani tampil di hadapan publik.
Salah satu kegiatan yang menjadi bagian festival adalah lomba kreasi daerah yang melibatkan 80 anak. Selain itu, proyek kelompok diikuti 56 anak. Seluruh peserta merupakan perwakilan satuan PAUD dari delapan kecamatan di KSB.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) KSB Suarman mengatakan, Gebyar PAUD dirancang sebagai ruang bagi anak untuk mendapatkan pengalaman belajar melalui aktivitas yang menyenangkan. “Festival ini kami jadikan ruang silaturahmi, berekspresi, beraktivitas dan belajar yang melibatkan anak, pendidik, orang tua, serta masyarakat,” kata Suarman.
Menurut dia, kegiatan festival juga menjadi bagian dari upaya memperkuat perhatian terhadap pendidikan anak usia dini. Anak tidak hanya didorong untuk mengikuti kegiatan pembelajaran, tetapi juga diberikan kesempatan mengembangkan kreativitas, keberanian dan kemampuan bekerja sama.
“Kegiatan tahun ini sekaligus kami arahkan untuk mendukung implementasi Wajib Belajar 13 Tahun di KSB, khususnya dalam memperluas akses dan partisipasi anak pada pendidikan prasekolah,” kata mantan Camat Brang Ene itu.
Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah saat membuka festival meminta guru dan orang tua memberikan ruang seluas-luasnya kepada anak untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka. “Tunjukkan yang terbaik, terus berusaha dan berikan kesempatan kepada anak-anak kita untuk menampilkan kreativitas mereka,” seru Bupati mengawali sambutanya.
Bupati mengatakan kegiatan festival ini sangat banyak manfaatnya. Salah satunya memupuk keberanian anak untuk tampil dan menunjukkan kreativitasnya. “Jadi perlu diperbanyak kegiatan-kegiatan serupa ke depan sebagai cara kita menumbuhkan keberanian pada dir anak-anak kita,” imbuhnya.
Festival Gebyar PAUD 2026 tidak hanya menjadi ajang perlombaan. Kegiatan ini juga mempertemukan anak, guru, orang tua dan pendamping dalam suasana belajar yang lebih terbuka dan menyenangkan.
Dinas Dikbud KSB berharap kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan bersama dalam membangun lingkungan pendidikan dan pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini.(bug)


