BerandaEKONOMIBelanja Wisatawan Tiongkok dengan QRIS di NTB Tembus Rp6,5 Miliar

Belanja Wisatawan Tiongkok dengan QRIS di NTB Tembus Rp6,5 Miliar

- Advertisement -

Mataram (Suara NTB) – Transaksi wisatawan asal Tiongkok secara digital di NTB cukup menggembirakan. Dengan menggunakan fasilitas QRIS Cross Border, nilai belanjanya telah mencapai mencapai Rp6,5 miliar sepanjang Januari-Juli 2026.


Hal ini dikemukakan Kepala Bank Indonesia (BI) NTB, Hario K Pamungkas dalam diskusi dengan media terkait perkembangan ekonomi terbaru, di Mataram, Rabu, 2 September 2026.


“Wisatawan dari Tiongkok masuk ke NTB itu sebesar 4,02 persen. Namun pembelanjaannya melalui QRIS Cross Border di NTB sudah mencapai Rp6,5 miliar,” jelas Hario.


Menurutnya, angka tersebut cukup besar dan hampir menyamai transaksi wisatawan Malaysia pada sepanjang 2025 yang tercatat sekitar Rp7,9 miliar.


Hario menilai kondisi ini menjadi peluang bagi NTB untuk meningkatkan belanja wisatawan mancanegara. Kemudahan pembayaran menggunakan QRIS Cross Border memungkinkan wisatawan bertransaksi tanpa harus membawa uang tunai atau melakukan penukaran mata uang secara langsung.


“Artinya, bagaimana kemudahan bertransaksi bagi wisatawan mancanegara bisa memberikan pendapatan kepada kita melalui berbagai macam yang mereka beli,” ujarnya.


Lanjut Hario, secara keseluruhan, transaksi QRIS Cross Border di NTB terus menunjukkan pertumbuhan. Hingga Juli 2026, total transaksi mencapai Rp20,03 miliar dengan volume sekitar 56.055 transaksi.


Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Volume transaksi tumbuh 66,3 persen, sementara nilai transaksi melonjak 138,5 persen dibandingkan 2025.


Saat ini, layanan QRIS Cross Border Indonesia telah terhubung dengan enam negara, yakni Malaysia, Thailand, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.


Dari enam negara tersebut, Malaysia masih menjadi penyumbang transaksi terbesar. Hingga Juli 2026, transaksi wisatawan Malaysia melalui QRIS Cross Border di NTB mencapai sekitar Rp12,6 miliar.


Sementara transaksi dari Tiongkok sudah mencapai sekitar Rp6,5 miliar. Padahal, berdasarkan data asal wisman hingga Mei 2026, wisatawan Malaysia menyumbang 34,83 persen, sedangkan wisatawan Tiongkok hanya 4,02 persen.


“Ini merupakan salah satu potensi bagaimana kita bisa meningkatkan belanja wisatawan mancanegara di NTB. Kita berikan kemudahan dengan QRIS Cross Border,” katanya.


Hario menjelaskan, penggunaan QRIS Cross Border oleh wisatawan mancanegara di NTB saat ini banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan selama berada di daerah tujuan wisata.


Transaksi tersebut antara lain digunakan untuk transportasi, komunikasi, serta makanan dan minuman.


BI NTB pun terus memperluas promosi dan edukasi penggunaan QRIS Cross Border. Sosialisasi dilakukan di bandara dan sejumlah lokasi strategis, termasuk melalui pemasangan reklame serta kegiatan yang memberikan pengalaman langsung kepada wisatawan dan masyarakat. (bul)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN









VIDEO