Mataram (Suara NTB) – Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMP di Kota Mataram, tidak lagi sekadar menjadi wadah berkumpul bagi para siswa. Peran organisasi ini diperluas untuk menjadi pengawas kebijakan sekolah sekaligus pionir dalam mencegah potensi tindak korupsi di lingkungan pendidikan.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kota Mataram, Burhanuddin menegaskan pentingnya keterlibatan siswa sebagai subjek aktif dalam tata kelola sekolah, termasuk dalam perencanaan anggaran.
“Jadi mereka harus punya hak bicara di sekolah itu, bukan hanya objek semata, tapi mereka juga berpartisipasi untuk ketika sekolah menyusun anggaran dan lain sebagainya,” jelas Burhanuddin, Rabu (2/9).
Ia menambahkan bahwa program dan peran OSIS ke depan harus berfokus pada penguatan karakter siswa, terutama nilai-nilai antikorupsi. Menurutnya, kemampuan mengontrol kebijakan sekolah merupakan langkah krusial,agar siswa memiliki kepedulian terhadap integritas lembaga pendidikan mereka.
“Kita juga ingin menjadikan OSIS itu punya kemampuan untuk mengontrol kebijakan-kebijakan sekolah,” ujarnya.
Burhanuddin menjelaskan bahwa penanaman sikap antikorupsi ini dimulai dari kebiasaan sehari-hari, seperti menerapkan kejujuran dan rasa tanggung jawab.
Dengan dasar tersebut, siswa diharapkan tidak hanya menjadi pelopor perilaku terpuji, tetapi juga berani bersuara ketika menemukan kejanggalan atau pelanggaran di sekolah.
“Pelopor untuk mengedukasi teman-temannya, kalau mereka ada hal-hal yang janggal mereka bisa menjadi pelapor. Isu-isu yang misalnya tadi temannya suka bully, melaporkan sebagai kanal awal,” tuturnya.
Selain penguatan integritas dan pencegahan perundungan, pengurus OSIS juga dibekali berbagai materi krusial lainnya, seperti mitigasi bencana, bahaya narkoba, hingga kesadaran tertib lalu lintas. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen MKKS dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, MKKS berencana membentuk Forum OSIS SMP se-Kota Mataram. Forum ini disiapkan agar para pengurus OSIS mampu menjadi garda terdepan dalam mencegah kekerasan dan mengedukasi rekan-rekan sebaya mereka.
“Jadi materi-materi ini yang kita latih agar anak-anak memiliki kemampuan untuk mengomunikasikan hak serupa ke teman-temannya di sekolah,” pungkas Burhanuddin. (sib)



