BerandaNTBSUMBAWAPangkalan Diduga Jual Gas Elpiji 3 Kilogram di Atas HET

Pangkalan Diduga Jual Gas Elpiji 3 Kilogram di Atas HET

- Advertisement -

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa menemukan salah satu pangkalan di Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa diduga menjual gas elpiji 3 kilogram diatas Harga Eceran Tertinggi (HET). Pangkalan menjual tabung gas melon Rp35.000 dari harga semestinya Rp20.000.

“Pemilik pangkalan sudah kita berikan surat teguran tertulis untuk tidak mengulang kembali. Ketika mereka tetap kekeh melakukan perbuatan yang sama baru kita berikan sanksi tegas termasuk pencabulan izin,” kata Kabag Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kabupaten Sumbawa, Ivan Indrajaya kepada wartawan, Kamis (3/9).

Ivan melanjutkan, selain penjualan di atas HET, Satgas Lapor Gas juga menemukan adanya lokasi pangkalan yang berdekatan. Padahal di aturan jarak pangkalan satu dan yang lainnya minimal 100 meter. Namun, yang ditemukan di lapangan justru kurang dari 100 meter. 

Berdasarkan hasil pengecekan diketahui bahwa penyaluran elpiji 3 kilogram disinyalir tidak sesuai sasaran. Pasalnya,barang subisidi tersebut tidak bisa diperjualbelikan secara bebas dan bagi yang melakukan aktivitas tersebut bisa dikenakan sanksi tegas.

“Hasil keterangan dari pemilik pangkalan, gas elpiji yang dijual di atas HET bukan ke masyarakat sekitar tetapi keluar wilayah. Bahkan dari jatah 20 tabung yang diterima yang dijual ke masyarakat hanya 13 dan sisanya dijual keluar,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang diterima, terungkap pangkalan gas tersebut membeli dengan harga normal per tabung. Gas itu nantinya akan dijual kepada masyarakat seharga Rp 35.000 per tabung. Harga itu sangat tinggi jika mengacu ke Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 19.000-Rp 20.000 per tabung.

“Temuan itu sudah kita sampaikan ke agen untuk bisa dilakukan pembinaan lebih lanjut. Jika setelah dibina mereka mengulangi baru kita berikan sanksi tegas,” ujarnya.

Ia berharap kepada masyarakat untuk melaporkan penyimpangan distribusi gas tersebut,sehingga persoalan ini tidak berlarut-larut. Pemerintah saat ini juga tengah menyiapkan strategi khusus yakni pembelian gas menggunakan kupon di masing-masing pangkalan. (ils)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN










VIDEO