Selong (Suara NTB) – Memasuki tahun akademik 2026/2027, Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor terus melakukan pembenahan dan penguatan mutu akademik. Salah satunya melalui kegiatan bertajuk “Peningkatan Skill Akademik Dosen: Pelaksanaan Perkuliahan dan Penilaian Kurikulum OBE”, pada Kamis (3/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari rangkaian program Reviu Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) yang sebelumnya telah dilaksanakan IAI Hamzanwadi Pancor. Reviu kurikulum dinilai menjadi langkah strategis sekaligus mendesak bagi perguruan tinggi untuk memastikan proses pendidikan mampu merespons berbagai tantangan dunia pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Sesuai tema kegiatan, tahapan ini secara khusus diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi dosen dalam mengimplementasikan sekaligus melakukan penilaian terhadap Kurikulum OBE. Kegiatan tersebut dibuka Wakil Rektor I IAI Hamzanwadi Pancor, Dr. H. Abdul Hayyi Akrom, M.M.Pd.
Dalam kegiatan itu, narasumber Dr. Muammar, M.Pd., menekankan pentingnya penerapan Kurikulum OBE bagi perguruan tinggi. Menurutnya, OBE tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan persyaratan administratif dalam penyusunan borang akreditasi, tetapi juga memiliki fungsi substantif dalam memastikan penyelenggaraan proses akademik berjalan secara terukur.
Ia menjelaskan, penerapan OBE dapat menjadi salah satu bagian penting bagi perguruan tinggi dalam mempersiapkan diri mencapai akreditasi Unggul. Lebih dari itu, kurikulum tersebut memberikan pedoman yang lebih jelas mengenai proses akademik dengan target luaran yang konkret dan dapat diukur.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah proses evaluasi dan penilaian pembelajaran yang dilakukan dosen terhadap mahasiswa.
Menurut Muammar, evaluasi dan penilaian merupakan bagian penting dalam setiap proses pembelajaran. Tanpa evaluasi dan penilaian yang jelas, proses pembelajaran tidak memiliki standar capaian dan tujuan yang dapat dijadikan ukuran keberhasilan.
Namun, salah satu distingsi Kurikulum OBE terletak pada penekanannya terhadap implementasi dan pencapaian Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam kerangka Taksonomi Bloom.
Kemampuan mahasiswa tidak hanya diukur dari aspek kognitif, tetapi juga mencakup aspek afektif dan psikomotorik. Ketiga aspek tersebut perlu diukur secara signifikan untuk memastikan capaian pembelajaran benar-benar sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Dalam konteks tersebut, dosen dituntut mampu melakukan evaluasi secara rinci dan komprehensif terhadap hasil asesmen pencapaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) pada mata kuliah yang diampu.
Hasil evaluasi tersebut selanjutnya tidak berhenti pada proses penilaian, tetapi harus ditindaklanjuti sebagai bagian dari upaya perbaikan kualitas proses pembelajaran.
Kegiatan peningkatan kemampuan atau skill akademik ini diikuti seluruh dosen IAI Hamzanwadi Pancor. Para peserta tampak antusias dan berpartisipasi aktif selama kegiatan berlangsung.
Sejumlah dosen juga mengajukan pertanyaan dan mendiskusikan berbagai persoalan aktual yang berkaitan dengan implementasi, evaluasi, serta penilaian Kurikulum OBE di lingkungan perguruan tinggi. (rus)



