BerandaNTBLOMBOK TIMURLotim Usulkan Temrodok dan Belanjakan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Lotim Usulkan Temrodok dan Belanjakan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

- Advertisement -

Selong (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Pemkab Lotim) mengusulkan jajanan tradisional khas daerah, yakni Temrodok dari Sakra dan olahraga tradisional Belanjakan dari Masbagik untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional.


Usulan tersebut kini telah memasuki tahapan penting. Tim ahli dari Kementerian Kebudayaan RI telah melakukan proses sidang terhadap kedua objek budaya yang diusulkan Pemkab Lombok Timur tersebut. Pemerintah daerah kini tinggal menunggu keputusan akhir dari Kementerian Kebudayaan.


Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur, Abdul Hayyi, menjelaskan proses pengusulan Temrodok dan Belanjakan telah melalui tahapan kajian dan persidangan bersama tim ahli dari pemerintah pusat. “Sidang susah digelar pada Rabu lalu,” tuturnya menjawab Suara NTB, Jumat (4/9/2026).


Menurutnya, proses tersebut bukan sekadar sidang formal, melainkan forum untuk mempertanggungjawabkan berbagai data dan kajian yang telah disampaikan dalam dokumen usulan.


“Sidangnya itu seperti sidang tesis atau skripsi. Ada tanggapan dan sanggahan dari tim juri, kemudian kita menjawab apa yang menjadi pertanyaan atau sanggahan tersebut,” jelas Abdul Hayyi.


Ia mengatakan, hasil akhir dari proses tersebut belum diterima Pemkab Lombok Timur. Pemerintah daerah masih menunggu informasi resmi dari Kementerian Kebudayaan mengenai apakah kedua objek budaya tersebut dinyatakan lolos untuk ditetapkan sebagai WBTB Nasional.


“Sudah kami usulkan ke tingkat nasional sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Sekarang tinggal menunggu keputusan dari Kementerian,” katanya.


Abdul Hayyi menjelaskan, proses pengusulan WBTB memiliki persyaratan dokumentasi yang cukup ketat. Salah satunya adalah dokumentasi berupa video yang menggambarkan proses pembuatan atau pelaksanaan tradisi secara lengkap dari awal hingga akhir.


Menurut dia, kebutuhan dokumentasi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat proses pengusulan WBTB membutuhkan biaya cukup besar.


Untuk Belanjakan Masbagik, kata dia, dokumentasi prosesnya relatif telah lengkap karena olahraga gulat tradisional Sasak tersebut sudah beberapa kali didokumentasikan dan digelar dalam berbagai kegiatan.


Sementara itu, Temrodok dipilih karena dinilai merupakan jajanan lokal yang memiliki kekhasan dan perlu segera dilestarikan. Jajanan tersebut dikenal sebagai makanan khas masyarakat Sakra, Lotim.


Abdul Hayyi menyebut percepatan pengusulan Temrodok juga berkaitan dengan kekhawatiran munculnya klaim dari daerah lain. Pasalnya, saat ini Temrodok mulai dikenal dan ditemukan di berbagai wilayah.


“Temrodok ini jajanan lokal yang perlu dilestarikan dan sedang berkembang. Asalnya dari Sakra. Jangan sampai nanti diklaim atau diakui sebagai milik daerah lain,” tegasnya.


Menurutnya, penetapan sebagai WBTB Nasional juga dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat identitas dan perlindungan terhadap keberadaan budaya lokal tersebut, termasuk membuka peluang perlindungan kekayaan intelektual di masa mendatang.


Pemkab Lotim berharap apabila Temrodok dan Belanjakan nantinya ditetapkan sebagai WBTB Nasional, pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih terhadap upaya pelestarian dan pengembangannya.


“Harapan kami dari pemerintah pusat, supaya menjadi prioritas dalam pelestarian dan pengembangan. Kalau ada dana atau program untuk pelestarian, kita bisa mendapatkan dukungan,” kata Abdul Hayyi.


Ia menilai dukungan pemerintah sangat penting karena pelestarian budaya membutuhkan biaya, terutama dalam hal dokumentasi, pengembangan, promosi, serta keberlanjutan pelaku budaya dan masyarakat yang selama ini mempertahankannya.


“Kalau tidak ada dukungan, masyarakat juga agak sulit untuk melakukan pelestarian,” demikian tutupnya. (rus)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN










VIDEO