Giri Menang (Suara NTB) – Di tengah polemik Desil warga penerima bantuan pangan (Bapang) yang terjadi di beberapa daerah di Lombok Barat (Lobar), Kelurahan Gerung Selatan justru tidak ada persoalan atau gejolak. Pasalnya, kelurahan setempat memiliki cara jitu sebagai langkah mitigasi atau antisipasi terjadinya persoalan dalam proses penyaluran bantuan ini.
Cara ini pun bisa ditiru oleh daerah lain dalam mengantisipasi gejolak di tengah masyarakat. Pada Sabtu (5/9/2026), pihak kelurahan mulai menyalurkan Bapang pada KPM. Warga pun antre di kantor kelurahan setempat dilayani secara tertib oleh pihak kelurahan.
Saat memantau langsung penyaluran Bapang, Lurah Gerung Selatan Akhwan Mashudi menyampaikan, pihaknya mengantisipasi persoalan data penerima bantuan sosial sejak jauh-jauh hari sebelumnya.
Pihaknya mengantisipasi masalah Desil dan ketentuan baru dari Bulog. Bagi penerima Bapang yang tidak bisa ditemukan karena meninggal, pindah atau pergi ke luar negeri dan tidak bisa memiliki anggota keluarga dalam satu KK. Warga ini bisa diganti oleh orang lain tetapi dengan ketentuan masuk Desil 1 sampai 4.
“Kami mengantisipasinya dengan melakukan pendataan, ada program dari BPS namanya kelurahan cinta statistik,” kata lurah Gerung Selatan ini.
Program kelurahan cinta statistik ini dicanangkan oleh Pemkab, bahkan piagamnya diberikan oleh kepala BPS RI. Melalui program ini pihaknya melakukan pendataan yang komprehensif meliputi 50 variabel, baik menyangkut kepala keluarga, anggota keluarga, KTP, KK bahkan hingga PHBS. Termasuklah didata masalah Desil.
Ketika Bulog mensyaratkan pengganti atau cadangan penerima dari Desil 1-4, pihaknya bisa melaksanakan dengan data yang sudah diperoleh dari program pendataan tersebut. Ketika Bapang ini diminta untuk disalurkan kepada masyarakat, pihaknya menjadi salah satu kelurahan yang bersedia melaksanakannya.
Bahkan walaupun hari libur kerja Pemkab Lobar, pihaknya tetap masuk kerja untuk menyalurkan bantuan agar warga bisa segera mendapatkan beras tersebut. “Terlebih untuk kebutuhan Maulid ini,” ujarnya.
Dari sisi jumlah penerima bantuan yang diperoleh kelurahan pun bertambah dari periode sebelumnya. Dampak perbaikan dari sisi data, jumlah warganya yang menerima Bapang meningkat dari sebelumnya 800 orang lebih menjadi 902 orang. “Meningkat dari periode sebelumnya, sekitar 100 KPM,” sebutnya.
Jadwal pembagian pun dibagi, tiga lingkungan pada hari pertama selanjutnya tiga lingkungan pada hari berikutnya.
Untuk perbaikan data lebih maksimal kedepan, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada Kaling, RT, kader posyandu dan PKK. Terutama terkait perubahan Desil yang bisa dilakukan secara mandiri oleh warga melalui situs BPS. Jika warga merasa Desilnya tinggi, sementara tak sesuai kondisi faktual bisa melakukan perubahan Desil melalui aplikasi tersebut, dengan beberapa instrumen yang dilengkapi seperti foto rumah tampak depan, belakang, dalam rumah, kamar mandi dan beberapa penghasilan serta lainnya.
Sementara itu, Kurniati salah seorang warga penerima Bapang asal Lingkungan Reyan mengaku sangat membutuhkan Bapang untuk kebutuhan sehari-hari. Karena dari hasil bekerja sebagai karyawan laundry, ia hanya mendapatkan gaji Rp1,2 juta. “itu untuk kebutuhan sehari-hari, kadang tidak cukup,” katanya. (her)



