Mataram (Suara NTB) – Anggota DPRD Provinsi NTB dari fraksi partai Gerindra, Iwan Panjidinata mengapresiasi kebijakan pembangunan infrastruktur di era kepemimpinan Gubernur, Lalu Muhammad Iqbal dan Wakil Gubernur, Indah Damayanti Putri (Iqbal-Dinda) yang dinilai sudah proprosional antara pulau Lombok dan pulau Sumbawa.
Dikatakan Iwan Panjidinata bahwa pembangunan infrastruktur di Pulau Sumbawa saat ini sudah mendapat porsi anggaran yang lebih berimbang. Kebijakan tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan pemerataan pembangunan antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.
Menurutnya, porsi program pembangunan untuk Pulau Sumbawa pada tahun anggaran 2025 sudah cukup proporsional. Bahkan, anggarannya disebut lebih besar dibandingkan sejumlah alokasi untuk Pulau Lombok. “Anggaran untuk wilayah Sumbawa dan KSB pada tahun anggaran 2025 lalu telah menunjukkan porsi yang sangat proporsional,” kata Iwan.
Dia menilai kebijakan tersebut menunjukkan adanya upaya serius menjaga pemerataan pembangunan antarpulau. Meskipun Iwan mengakui pelaksanaan sejumlah program infrastruktur tahun lalu masih menghadapi kendala teknis. Persoalan tersebut, kata dia, terus dievaluasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. “Ini bentuk pemerataan yang terus kita bangun bersama,” ujarnya.
Iwan Panjidinata yang juga anggota Komisi IV DPRD NTB bidang infrastruktur itu menegaskan bahwa pihak ikut mengawal program infrastruktur untuk tahun anggaran 2026 dan 2027. Pengawalan dilakukan agar kebijakan pemerataan tidak berhenti pada alokasi anggaran.
“Jangan sampai ada ketimpangan pembangunan. Karena itu, kami terus melakukan koordinasi dan evaluasi dengan dinas terkait,” tegasnya.
Untuk Pulau Sumbawa, kebutuhan infrastruktur dasar masih menjadi pekerjaan besar. Jalan, jembatan, dan penerangan jalan umum (PJU) disebut sebagai kebutuhan paling mendesak.
Iwan menilai perbaikan infrastruktur akan berdampak langsung terhadap sektor ekonomi. Salah satunya pariwisata.
“Ketika jalan bagus, layak, dan fasilitas penerangan terpenuhi, sektor lain seperti pariwisata akan ikut berkembang,” kata anggota DPRD NTB dari dapil V Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Besar itu.
Dia menambahkan bahwa konektivitas dan kelayakan sarana publik di Pulau Sumbawa masih membutuhkan perhatian serius. Salah satunya penerangan di jalur utama, seperti di ruas Poto Tano-Taliwang serta jalur Sumbawa-Bima.
“Marka jalan dan lampu penerangan jalan harus dimaksimalkan. Khususnya jalur Sumbawa ke Bima maupun dari Poto Tano. Pengendara butuh keamanan dan kenyamanan,” pungkasnya. (ndi)



