Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi NTB turun tangan atasi dugaan Warga Negara Asing (WNA) yang diintimidasi oleh oknum calo di Pelabuhan Bangsal, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Dugaan intimidasi ini viral di sosial media, bahkan oknum yang diduga calo kendaraan ini juga sudah diamankan oleh aparat kepolisian Polres Lombok Utara.
Untuk mencegah adanya kejadian serupa, Kepala Bidang Transportasi Darat, Dinas Perhubungan (Dishub) NTB, Khairus Sobri, mengatakan pihaknya akan memperbaiki tata kelola Pelabuhan Bangsal. Dalam waktu dekat akan dilakukan penataan ulang untuk membuat regulasi alur penjemputan maupun pengantaran penumpang di Pelabuhan Bangsal.
Penataan ulang ini nantinya akan melibatkan anggota Koperasi Wisnuman yang selama ini menjual jasa transportasi di Pelabuhan Bangsal, sehingga semua aspirasi dari masyarakat setempat bisa dijadikan masukan dalam menyusun regulasi.
“Jadi kami sudah berdiskusi banyak sehingga akan terlibat menata kelola transportasi yang ada. Nah ini kelihatannya kejadian ini kalau tanda kutip saya belum ada informasi yang pasti ya, bisa jadi bahwa belum ini adalah calon transportasi yang memang tidak beroperasi disana,” ujarnya, Kamis (10/9).
Sobri mengungkapkan, selama ini para pelaku transportasi yang tergabung dalam Koperasi Wisnuman tersebut, sudah memiliki acuan dalam memberikan pelayanan kepada para calon penumpang. Sehingga ia menduga oknum yang melakukan intimidasi terhadap wisawatan asing tersebut merupakan calo, karena tidak terdaftar sebagai anggota Koperasi Wisnuman.
“Terkait dengan hospitalitasnya bagus, ini kelihatannya kami tidak menemukan daftar bahwa mereka itu oknum ini memiliki kendaraan untuk beroperasi atau melakukan transportasi di lokasi,” katanya.
Polisi Amankan Terduga Pelaku
Pihak kepolisian mengamankan seorang warga lokal yang diduga melakukan intimidasi terhadap dua warga negara asing (WNA) di kawasan Pelabuhan Bangsal. Terduga pelaku kini diamankan di Polsek Pemenang untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan intimidasi yang dialami dua WNA tersebut.
“Jadi, terduga pelaku intimidasi sudah diamankan di Polsek Pemenang,” kata Kasat Reskrim Polres Lombok Utara Iptu I Komang Wilandra.
Iptu Wilandra mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menciptakan situasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan. Menurut dia, penanganan cepat diperlukan untuk mencegah persoalan serupa mengganggu aktivitas pariwisata di Lombok Utara.
“Kita ketahui pariwisata sudah menjadi andalan perekonomian NTB, untuk itu persoalan seperti ini harus cepat kita tindak lanjuti sebagai bentuk pembelajaran agar tidak lagi terulang,” ujarnya.
Dia menjelaskan, identitas terduga pelaku belum disampaikan kepada publik. Namun, yang bersangkutan merupakan warga lokal yang telah teridentifikasi sebagai salah satu orang dalam rekaman video yang disertakan oleh WNA dalam laporan awal mereka.
Polsek Pemenang selanjutnya melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui motif di balik dugaan intimidasi tersebut. Polisi juga akan meminta keterangan dari sejumlah saksi guna memastikan rangkaian peristiwa yang terjadi.
Dugaan intimidasi tersebut sebelumnya disampaikan oleh dua WNA melalui pesan tertulis yang dikirim kepada media lewat surat elektronik. Dalam keterangannya, mereka mengaku mengalami kejadian pada Minggu (6/9/2026) ketika hendak meninggalkan kawasan Pelabuhan Bangsal.
Keduanya menyebut sekitar tiga hingga lima warga berupaya menghalangi mereka menggunakan taksi atau transportasi umum yang telah dipesan. Mereka mengaku diarahkan untuk menggunakan jasa transportasi yang tersedia di kawasan pelabuhan.
Dalam narasi tersebut, kedua WNA mengaku akhirnya membayar Rp150 ribu setelah disebut harus memberikan sejumlah uang apabila tidak menggunakan jasa transportasi yang ditawarkan warga.
Selain keterangan tertulis, mereka turut melampirkan sejumlah rekaman video yang memperlihatkan aktivitas warga di lokasi kejadian. Materi tersebut kini menjadi bagian dari informasi yang ditindaklanjuti kepolisian.
Untuk mencegah kejadian serupa, Polres Lombok Utara menyatakan akan meningkatkan pengawasan di Pelabuhan Bangsal yang menjadi salah satu akses wisatawan menuju kawasan Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. (era)



