BerandaHEADLINEPihak SPPG Tegaskan Penyajian Makanan Sudah Sesuai Prosedur

Pihak SPPG Tegaskan Penyajian Makanan Sudah Sesuai Prosedur


YAYASAN Budi Sain Mangkling Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah (Loteng) angkat bicara terkait kasus dugaan keracunan makanan MBG yang dialami ratusan siswa yang dilayani dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunung Kedul Desa Mekar Bersatu, miliknya, Jumat (11/9).


Kepada awak media di kediamannya, Kepala Yayasan Budi Sain Mangkling Khaerudin menegaskan kalau proses penyajian makanan sudah sesuai prosedur yang ada. Waktu penyaluran ke sekolah sasaran juga sudah sesuai standar yang sudah ditentukan.


Pihaknya menduga dugaan keracunan terjadi karena ada terlambatan saat penyajian ke siswa. Terbukti, di sekolah-sekolah lain yang makanananya cepat disajikan ke siswa tidak terjadi apa-apa. “Dugaan kita karena keterlambatan saat penyajian. Kalau dari sisi proses penyajian hingga distribusi ke sekolah sudah sesuai standar yang ada,” sebutnya.


Dikatakannya, menu makanan yang disajikan merupakan menu permintaan dari siswa. Berupa kebab, stik tempe serta ayam saus. Menu tersebut memang termasuk menu makanan yang tidak boleh terlalu lama untuk disajikan. Karena ada campuran saus dan mayones yang memang harus segera disantap.


Pihaknya pun sudah mengingatkan kepada pihak sekolah hal itu. Supaya makanan bisa segera diberikan ke siswa. Tetapi rupanya ada sedikit persoalan di lapangan. Sehingga di sekolah-sekolah yang terdampak, makanan baru diberikan setelah pukul 09.00 Wita.


“Dari pihak dapur sudah mengingatkan kepada sekolah, untuk menu hari ini agar segera diberikan disantap sebelum pukul 09.00 Wita. Dan, sekolah yang cepat menyajikan makanan siswanya baik-baik saja,” jelasnya seraya menambahkan, kalau proses penyajian makanan tidak ada yang berbeda. Proses memasak mulai pukul 12.00 malam dan 04.30 wita makanan sudah siap dan mulai dikemas.


Pun demikian kejadian tersebut tetap akan jadi bahan evaluasi bagi pihaknya. Agar ke depan bisa lebih selektif dalam menentukan menu makanan yang akan disajikan. Termasuk menu yang memang di-request oleh siswa itu sendiri. “Kejadian ini menjadi bahan evaluasi kita agar lebih selektif lagi dalam menentukan menu makanan,” tegasnya. (kir)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN









VIDEO