Taliwang (Suara NTB) – Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, menegaskan bahwa isu lingkungan hidup bukan sekadar masalah teknis kebersihan, melainkan fondasi makro yang menaungi seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk aktivitas ekonomi.
“Intinya kita harus jaga lingkungan kita dengan sebaik-baiknya,” tegas Bupati saat membuka Expo Karya bertema “Mengubah Sampah Menjadi Berkah” yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KSB, Jumat (9/11).
Menurut Bupati, pengelolaan sampah harus dipandang secara komprehensif karena dampaknya menyentuh semua lini. Ia menekankan bahwa kelalaian dalam menangani persoalan kecil seperti sampah dapat berakibat fatal jika tidak dilaksanakan sejak dini.
“Urusan lingkungan hidup ini adalah urusan yang sangat makro. Makro dalam arti bahwa betapa semua aktivitas kita, aktivitas sehari-hari, aktivitas ekonomi, dan aktivitas lainnya, semuanya berada dalam satu bingkai, yaitu lingkungan hidup,” beber Bupati Amar.
Bupati mengingatkan bahwa tujuan pengelolaan sampah melampaui sekadar pembersihan fisik. Karenanya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun kesadaran jangka panjang demi keberlanjutan generasi mendatang.
“Bukan hanya bagaimana kita membersihkan sampah hari ini, tetapi bagaimana kita membangun kebiasaan hidup bersih dan peduli lingkungan untuk generasi yang akan datang,” cetusnya.
Sebagai wujud komitmen menjaga kebersihan lingkungan, Bupati mengatakan Pemda KSB mulai tahun ini telah menetapkan kebijakan strategis yang mencakup pembentukan bank sampah di setiap desa dengan alokasi bantuan keuangan Rp150 juta. Selain itu,pihaknya akan merevitalisasi TPS 3R serta integrasi pendidikan lingkungan ke dalam muatan lokal sekolah dimulai tahun ajaran 2027/2028.
Bupati menargetkan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat mampu menyaring minimal 30 persen timbulan sampah di tingkat desa sebelum masuk ke fasilitas pengolahan utama pemerintah daerah.
“Bertahap mulai tahun ini kita akan tuntaskan persoalan sampah itu. Dan supaya upaya itu sukses, masyarakat harus turut mendukung langkah-langkah kita ini,” harap Bupati.
Kegiatan Expo Karya yang digelar DLH KSB merupakan rangkaian agenda memeriahkan peringatan HUT ke-81 RI, Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dan HUT ke-23 KSB. Kepala DLH KSB, Aku Nurrahmadin mengatakan, kegiatan ini melibatkan tujuh sekolah dan enam komunitas pengelola sampah.
“Kami berharap dapat mengubah paradigma sampah dari beban menjadi sumber manfaat ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat,” kata Rahmadin.(bug)



