Mataram (Suara NTB) – Aksi sekelompok remaja yang berkonvoi sambil mengacungkan senjata tajam (sajam) berukuran panjang viral di media sosial (medsos). Aksi tersebut terjadi di kawasan Bundaran Monumen Mataram Metro, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Kamis (10/9/2026) malam.
Berdasarkan video yang dihimpun Suara NTB, terlihat sekelompok pemuda mengendarai sepeda motor secara beriringan sambil memamerkan berbagai jenis sajam. Senjata yang dibawa disebut memiliki panjang hingga sekitar satu meter. Dalam video tersebut, mereka juga terlihat melaju dengan kecepatan tinggi dan melontarkan sejumlah kata-kata kotor.
Aksi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat, terutama terkait potensi gangguan keamanan dan ketertiban umum di Kota Mataram.
Menanggapi video yang beredar, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram, H. Irwan Rahadi, mengatakan sejumlah terduga pelaku konvoi dan membawa sajam tersebut telah ditangani pihak kepolisian.
“Yang terduga dalam video viral itu sudah ditangani kepolisian, tetapi untuk kronologi detail ada di teman-teman kepolisian,” ujar Irwan, Jumat (11/9/2026).
Irwan mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan. Menurutnya, aksi semacam itu bersifat insidental dan dapat terjadi secara tiba-tiba.
Ia menilai sebagian pelaku aksi serupa merupakan remaja putus sekolah yang minim pengawasan orang tua. Karena itu, Satpol PP Kota Mataram mengajak masyarakat turut berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Masyarakat diminta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan aksi konvoi yang membawa sajam maupun kegiatan lain yang berpotensi mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum (trantibum).
Selain itu, Irwan mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah hingga larut malam. Sebab, berdasarkan pemantauan, sejumlah aksi gangguan keamanan dan ketertiban kerap terjadi pada jam-jam rawan, terutama setelah tengah malam.
“Kami minta masyarakat jangan beraktivitas tengah malam. Biasanya terjadi pada jam rawan, seperti yang dilakukan di video itu. Kejadiannya di atas jam 1 atau jam 2 dini hari,” ucapnya.
Terkait langkah antisipasi, Irwan menegaskan Satpol PP Kota Mataram rutin menggelar patroli setiap malam. Namun, saat aksi tersebut terjadi, petugas tidak menemukan para pelaku di lokasi.
Menurutnya, terdapat kemungkinan pelaku melakukan aksinya setelah patroli petugas selesai melintas. Hal itu karena petugas tidak menetap di satu titik, melainkan berkeliling ke sejumlah wilayah untuk melakukan pemantauan.
“Patroli tetap kita lakukan setiap malam. Hanya saja, pada saat kejadian itu kita tidak bertemu dengan mereka. Bisa saja mereka menunggu patroli selesai, karena kita tidak standby di satu titik, tetapi keliling,” katanya.
Irwan menambahkan, aksi konvoi yang berpotensi mengganggu ketertiban tersebut umumnya terjadi di kawasan pinggiran dan perbatasan Kota Mataram. Karena itu, pengawasan di wilayah-wilayah tersebut akan terus ditingkatkan bersama aparat terkait dan masyarakat. (pan)



