Mataram (Suara NTB) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram mengungkapkan volume sampah di sejumlah saluran drainase dan sungai meningkat hingga 10 kali lipat selama musim kemarau. Kondisi tersebut membuat sejumlah saluran dan sungai di Kota Mataram semakin kotor.
Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning, mengatakan peningkatan volume sampah tersebut justru didominasi sampah dari warga sekitar, bukan sampah kiriman dari wilayah lain. Kondisi itu terjadi karena debit air sungai menurun, sehingga tidak ada aliran yang membawa sampah.
“Yang saya lihat sekarang bukan sampah kiriman karena air tidak ada. Ternyata itu sampah lokal,” ujarnya, Jumat (11/9).
Menurutnya, peningkatan volume sampah membuat petugas di lapangan kewalahan. Sampah yang terus bertambah setiap hari tidak dapat diangkut secara optimal karena keterbatasan armada.
Dinas PUPR Kota Mataram saat ini mengerahkan tujuh unit dump truck untuk mengangkut sampah dari sejumlah sungai dan saluran. Setiap unit dump truck mampu mengangkut sekitar 4 meter kubik sampah dalam sekali pengangkutan.
Selain keterbatasan armada, waktu operasional petugas juga menjadi salah satu kendala. Petugas bekerja mulai pukul 08.00 hingga 16.00 Wita. “Pekerja kami jadi ekstra membersihkan sampah di sungai,” kata Lale.
Sampah yang telah diangkat dari permukaan sungai kemudian diangkut dan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Lombok Barat.
Lale bersyukur hingga saat ini tidak ada penolakan terhadap pengiriman sampah dari Kota Mataram ke TPA Kebon Kongok. Menurutnya, keberadaan TPA tersebut masih sangat dibutuhkan karena Kota Mataram belum memiliki alternatif lokasi pembuangan akhir lainnya.
“Kalau tidak ke sana, kami mau buang ke mana? Karena belum ada alternatif tempat pembuangan lainnya,” ujarnya.
Di sisi lain, peningkatan sampah lokal di sungai dan saluran selama musim kemarau menjadi perhatian tersendiri bagi pemerintah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan pengangkutan, tetapi juga perilaku masyarakat dalam membuang sampah.
Dengan kondisi cuaca yang masih memasuki musim kemarau, penanganan sampah di saluran dan sungai diperkirakan tetap membutuhkan perhatian lebih. Pembersihan dan pengangkutan harus dilakukan secara rutin agar sampah yang menumpuk tidak semakin banyak dan berpotensi mengganggu fungsi saluran ketika hujan kembali turun. (pan)



