BerandaHEADLINEHarapan Perputaran Ekonomi MotoGP Mandalika Senilai Rp5 Triliun Dinilai Realistis

Harapan Perputaran Ekonomi MotoGP Mandalika Senilai Rp5 Triliun Dinilai Realistis

INJOURNEY Tourism Development Corporation (ITDC) mengharapkan perputaran ekonomi pada ajang MotoGP Mandalika 2026 bisa mencapai Rp5 triliun. Nominal ini dinilai realistis mengingat pada tahun-tahun sebelumnya, perputaran ekonomi mencapai Rp4,9 triliun pada MotoGP Mandalika 2025, dan Rp4,2 triliun pada MotoGP 2024.


Direktur Operasional ITDC, Troy Reza Warokka, mengatakan selain melihat angka di tahun sebelumnya, tingginya animo masyarakat dalam pembelian tiket membuatnya cukup optimis di tahun ini MotoGP mampu menggerakkan ekonomi. Di tambah lagi, beberapa maskapai telah meminta tambahan penerbangan atau extra flight dari dan menuju Lombok. Di samping itu, MotoGP Mandalika tahun ini juga mendapat dukungan promosi dari Danantara.


“Garuda, Pelita, TransNusa, Citilink komit. Itu juga menggerakkan pertumbuhan ekonomi secara baik,” ujarnya, Senin, 14 September 2026.


Ia melanjutkan, 25 hari menjelang MotoGP Mandalika 2026, penjualan tiket di kuota kedua telah mencapai 53 persen. Untuk KTP NTB, penjualan lebih dari 90 persen. Bahkan, Gubernur Lalu Muhamad Iqbal, katanya akan melakukan pertemuan dengan NTT dan Kalimantan Timur untuk mempromosikan perhelatan Grand Prix Sepeda Motor Internasional tersebut.


“Itu pun akan kita lakukan hal yang sama. Bilamana menggunakan tiket provinsi terkait terkait, NTT, Kalimantan Timur juga akan kita berikan diskon,” lanjutnya.


Menurutnya, Gubernur Iqbal sangat gencar memanfaatkan koneksi Bali, Nusa Tenggara dalam mempromosikan MotoGP. Menariknya lagi, promosi tidak hanya dilakukan antara Bali, NTB, dan NTT, tetapi sampai Kalimantan Timur.


Menyinggung soal akomodasi, hingga saat ini belum ditemukan masalah terkait dengan akomodasi di ring satu atau sekitar Mandalika. Ia mengungkapkan, selama tiga hari ajang MotoGP Mandalika, okupansi hotel di kawasan tersebut telah mencapai 100 persen.


Karena telah penuh, ITDC, sambungnya menyiapkan akomodasi alternatif seperti camping ground, camper van, serta Sade Social Club. Di Sade Social Club, tersedia 38 kamar baru yang bisa difungsikan mulai bulan ini.


“Dan memang harus diakui saat ini Mandalika okupansi telah 100 persen. Tapi ketersediaan kamar baru itu ditambah oleh pengelola hotel lama, contohnya Montana menyediakan kamar-kamar baru,” katanya.


Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menekankan agar pengalaman penyelenggaraan sebelumnya menjadi pijakan untuk menghadirkan gelaran yang lebih baik, sekaligus semakin memberi ruang bagi masyarakat NTB untuk mengambil manfaat dari event internasional tersebut.


“Harapan kita MotoGP tahun ini menjadi penyelenggaraan yang lebih baik, dengan lebih banyak melibatkan masyarakat, volunteer lokal, serta memberikan ruang yang lebih besar bagi pelaku UMKM untuk berpartisipasi,” ujarnya.


Karena itu, berbagai aspek terus disempurnakan, mulai dari kesiapan sirkuit dan infrastruktur pendukung, kelistrikan, keamanan, transportasi, akomodasi, distribusi tiket hingga kesiapan penonton, khususnya masyarakat NTB.

Seluruh sektor diarahkan bergerak dalam satu koordinasi agar penyelenggaraan tidak hanya berlangsung aman dan lancar, tetapi juga semakin memberikan pengalaman yang baik bagi penonton dan wisatawan. (era)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO