Mataram (Suara NTB) – Skor sejumlah aspek akademik siswa berdasarkan Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 menunjukkan hasil yang bervariasi. Aspek literasi dan sains siswa mengalami peningkatan yang cukup baik, sementara numerasi justru menurun.
Laporan PISA menyebutkan bahwa skor sains siswa Indonesia tercatat di angka 389 dan membaca (literasi) sebesar 365, masing-masing naik enam poin dibanding PISA 2022. Sebaliknya, skor matematika (numerasi) turun dua poin menjadi 364.
Berdasarkan temuan Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) NTB, capaian literasi dan numerasi siswa di wilayah tersebut masih berada pada kategori sedang. Hasil ini perlu menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pemangku kepentingan terkait, terutama guru sebagai ujung tombak pendidikan.
Koordinator Pembelajaran dan Penilaian BPMP NTB, Bahtiar menyatakan, peningkatan hasil literasi dan sains pada PISA 2025 patut diapresiasi. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa sejumlah program literasi sekolah telah berjalan secara tepat dan efektif.
“Kita patut bersukur, tetapi kalau dilihat dari posisi memang masih belum aman-aman banget untuk wilayah negara berkembang,” ujarnya, Senin (14/9).
Kendati demikian, Bahtiar mengakui bahwa proses pembelajaran numerasi masih belum optimal dan kemampuan guru dalam memahaminya masih terbatas. Dalam merumuskan soal numerasi, guru dinilai masih berkutat pada tahap memahami dan mengaplikasikan, sementara tahapan penalaran belum sepenuhnya dikuasai.
“Jadi memang guru kita perlu spesifik banget untuk diperkuat dan bisa melatih anak-anak kepada pola pikir dan penalaran,” terangnya.
Selain kapasitas guru, skema pembelajaran ke depan juga dinilai perlu dievaluasi. Bahtiar menyampaikan bahwa pihaknya akan berupaya mengubah capaian kompetensi serta merancang ujian dengan pola yang sesuai dengan standar PISA.
“Supaya nanti pihak internasional itu ketika menguji kembali, anak-anak itu tidak kesulitan,” terangnya.
Sebagai langkah konkret, BPMP terus berupaya memperkuat kemampuan literasi dan numerasi guru melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) yang terukur agar capaian kompetensi siswa ke depan dapat meningkat secara signifikan. (sib)



