BerandaNTBLOMBOK BARATRealisasi Investasi Lobar Menurun

Realisasi Investasi Lobar Menurun

Giri Menang (Suara NTB) – Realisasi investasi di Lombok Barat (Lobar) hingga semester I tahun 2026 ini mencapai Rp537 miliar lebih. Nilai investasi ini mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama. Penyebab menurunnya realiasi investasi ini, di antaranya belum ditetapkan lahan baku sawah atau Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) serta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Belum adanya kepastian kebijakan ini mengakibatkan para investor masih memantau atau wait and see ketika mau berinvestasi di Lobar. Dari data Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lobar, realisasi investasi Rp537 miliar terdiri dari Penanaman Modal Asing sebesar Rp155 miliar lebih dan Penanaman Modal Dalam Negeri sebesar Rp382 miliar lebih.

Kepala DPMPTSP Lobar, Heri Ramadan menyebutkan dari data realiasi investasi per tahunnya, rata-rata potensi Lobar bisa menembus Rp1 triliun lebih tiap tahunnya. Dengan kondisi saat ini, pihaknya masih optimis bisa mencapai target. Untuk data rilis capaian realisasi investasi pada semester II akan dirilis pertengahan Januari tahun depan. Pada akhir tahun biasanya progres belanja modal trennya terjadi pada akhir tahun.

“Sehingga kami optimis lebih progesif pada akhir tahun,”ujarnya, Selasa (15/9/2026).

Dikatakan, beberapa faktor investasi masih belum meningkat signifikan. Menurutnya saat ini pengusaha atau investor masih menunggu kebijakan Pemkab Lombok Barat soal 87 persen lahan baku sawah dan revisi RTRW. “Menunggu itu (kepastian hukum), jangan sampai mereka beli tanah tapi masuk LSD dan LP2B kan rugi mereka,” imbuhnya.

Sebab kalau mereka membeli lahan tetapi masuk 87 persen itu, tentu pengusaha rugi. Karena 87 persen lahan ini dikunci, tidak boleh dialih fungsikan. Kebijakan ini nantinya akan ditetapkan melalui Perbup.

Pihaknya berharapnya agar bisa tuntas sebelum akhir tahun ini. Selain itu para pengusaha juga menunggu kondisi makro ekonomi nasional. Banyak investor nasional masih ragu-ragu, karena menunggu kebijakan pemerintah kepada pengusaha ataupun investor. (her)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO