Mataram (suarantb.com) – Hak Asasi Manusia (HAM) bukan sekadar konsep hukum yang dipelajari dalam buku teks, tetapi nilai kehidupan yang perlu dipahami dan diimplementasikan oleh generasi muda. Melihat kebutuhan tersebut, Universitas Mataram (Unram) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat menghadirkan program pendampingan pengembangan materi HAM bagi guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di SMAN 9 Mataram.
Program bertajuk “Pendampingan Pengembangan Materi Hak Asasi Manusia bagi Guru PPKn di SMAN 9 Mataram” dilaksanakan oleh Kelompok Peneliti Bidang Ilmu Pengembangan Pendidikan Karakter, Humaniora, dan Inovasi Pembelajaran PPKn LPPM Universitas Mataram. Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Hj. Yuliatin, S.Pd., M.H., bersama tim pengabdian.
Menjawab Tantangan Pembelajaran HAM di Sekolah
Laporan pengabdian menjelaskan bahwa materi HAM dalam pembelajaran PPKn memiliki peluang besar untuk dikembangkan dengan mengintegrasikan isu kekinian dan kebutuhan peserta didik. Namun, pembelajaran HAM masih menghadapi tantangan karena belum seluruhnya dikembangkan secara kontekstual dan masih sering berorientasi pada hafalan serta ceramah satu arah.
Melalui pendampingan, Unram membantu guru PPKn memperkuat pemahaman mengenai substansi, orientasi, potensi, dan strategi pengembangan materi HAM agar pembelajaran menjadi lebih relevan dengan kehidupan peserta didik.
Dari Materi Konvensional Menuju Pembelajaran Bermakna
Kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs)
Program pengabdian Unram ini memiliki kontribusi langsung terhadap beberapa agenda pembangunan berkelanjutan global. Dalam perspektif Times Higher Education Impact Rankings, kegiatan ini menunjukkan bagaimana universitas memberikan dampak nyata melalui pendidikan, penguatan kapasitas masyarakat, dan kemitraan.
| SDGs | Kontribusi Program | Dampak |
| SDG 4: Quality Education | Peningkatan kapasitas guru dan pengembangan materi PPKn berbasis kebutuhan peserta didik | Pembelajaran HAM yang lebih berkualitas, kontekstual, dan bermakna |
| SDG 5: Gender Equality | Integrasi pembahasan hak perempuan dalam materi HAM | Peningkatan kesadaran kesetaraan dan penghormatan terhadap hak setiap individu |
| SDG 16: Peace, Justice and Strong Institutions | Penguatan pendidikan kewargaan dan budaya penghormatan HAM | Pembentukan generasi yang sadar hukum, demokratis, dan berkeadaban |
| SDG 17: Partnerships for the Goals | Kolaborasi UNRAM dengan SMAN 9 Mataram | Penguatan hubungan perguruan tinggi dan sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan |
Universitas sebagai Penggerak Perubahan Sosial
Kegiatan ini menggambarkan peran perguruan tinggi modern yang tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga mentransformasikan pengetahuan tersebut menjadi solusi bagi masyarakat. Melalui kemitraan dengan sekolah, Unram memperkuat ekosistem pendidikan yang mendukung pembangunan karakter dan kewargaan.
Menuju Pendidikan HAM yang Lebih Relevan
Pendampingan ini memperlihatkan bahwa pendidikan HAM akan lebih efektif ketika dikaitkan dengan pengalaman nyata peserta didik. Pendekatan tersebut sejalan dengan pembelajaran mendalam (deep learning) yang menekankan pembelajaran sadar, bermakna, dan menyenangkan.
Melalui inovasi pembelajaran PPKn, Universitas Mataram menunjukkan komitmennya dalam membangun masyarakat yang berpengetahuan, menghargai martabat manusia, dan memiliki karakter kewargaan yang kuat. Program pendampingan guru HAM di SMAN 9 Mataram menjadi contoh nyata bagaimana perguruan tinggi berkontribusi terhadap pencapaian SDGs melalui pendidikan yang berdampak. (r/*)



