Mataram (Suara NTB) – Teknologi pembayaran digital kini tidak hanya digunakan pelaku usaha di pusat perbelanjaan. Pedagang perkakas besi skala usaha mikro di kawasan Ampenan, Mataram, pun telah menyediakan QRIS sebagai alternatif pembayaran bagi pelanggannya.
Seorang pembeli hendak membeli sebilah sabit seharga Rp30 ribu dari seorang pedagang perkakas besi di kawasan Ampenan, tepatnya di sekitar Pasar Ampenan, Kamis, 17 September 2026. Setelah memilih barang, pembeli baru menyadari tidak membawa uang tunai karena dompet tertinggal.
Saat pembeli hendak mengambil uang ke ATM, pedagang justru menawarkan solusi yang tidak disangka.
“Bayar pakai QRIS saja, Pak,” kata pedagang perkakas sederhana di ujung gang depan Pasar ACC Ampenan itu.
Pedagang kemudian menunjukkan kode QRIS yang tersimpan di telepon selulernya. Pembayaran Rp30 ribu pun dilakukan secara digital tanpa pembeli harus meninggalkan lokasi untuk mencari uang tunai.
Pedagang yang merupakan pengrajin perkakas besi asal Babakan, Kota Mataram, itu mengaku telah menggunakan QRIS lebih dari setahun. Menurutnya, penggunaan QRIS memberikan kemudahan sekaligus pilihan pembayaran kepada pelanggan.
Bagi pelaku UMKM seperti dirinya, kemudahan tersebut cukup berarti karena tidak semua pelanggan membawa uang tunai saat berbelanja.
Penggunaan QRIS juga dirasakan membantu ketika menerima pesanan dalam jumlah besar. Ia mengaku pernah menerima pesanan berbagai perkakas dengan nilai mencapai sekitar Rp6 juta dari salah satu lembaga negara yang disebutnya PLN.
Untuk transaksi bernilai besar, pembayaran secara digital dinilai lebih praktis dan mengurangi kebutuhan untuk menerima serta menyimpan uang tunai dalam jumlah banyak.
Usaha yang digelutinya memproduksi dan menjual berbagai perkakas berbahan besi, seperti sabit, cangkul, sekop, pisau dan perkakas sederhana lainnya. Produk ini masih memiliki pasar karena digunakan masyarakat untuk berbagai kebutuhan rumah tangga maupun pekerjaan.
Pengalaman pedagang kecil ini menunjukkan bahwa adopsi teknologi pembayaran digital semakin menjangkau pelaku UMKM, termasuk usaha tradisional yang berjualan dari tempat sederhana.
QRIS yang dikembangkan Bank Indonesia menjadi salah satu pilihan pembayaran yang memungkinkan transaksi dilakukan tanpa uang tunai. Bagi pedagang, teknologi ini bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya memberikan kemudahan kepada pelanggan sekaligus mendukung transaksi usaha. (bul)



