Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa menargetkan penanganan program listrik desa (lisdes) di lima desa yakni Desa Mungkin, Tangkampulit, Bao Desa, Baturotok, dan Tepal tuntas dalam dua bulan. Tujuannya agar masyarakat dapat merasakan manfaat program tersebut di awal tahun 2027.
“Dalam dua bulan kedepan sudah harus tuntas dan layanan listrik bisa dinikmati oleh masyarakat. Tentu pemerintah siap membantu PLN dalam mensukseskan dalam mobilisasi sejumlah peralatan yang dibutuhkan,” kata Asisten Perekonomian Pembangunan Setda Kabupaten Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya kepada Suara NTB, Kamis (17/9).
Dikatakan, tugas pemerintah saat ini yakni memastikan mobilisasi alat dan sarana yang dibutuhkan berjalan lancar,termasuk memastikan mobilisasi tiang dengan berat sekitar 1 ton ke lokasi pemasangan. Pemerintah juga sudah berkoordinasi dengan leading sektor untuk memfasilitasi distribusi material tersebut.
Disinggung terkait aktifitas masyarakat sebelum adanya listrik desa tersebut, Suharmaji menyebutkan selama ini masyarakat di lima desa memanfaatkan tenaga surya di masing-masing rumah. Selain itu, sebagian warga juga menggunakan mesin diesel. Oleh karena itu, program listrik masuk desa ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Lima desa kita targetkan nyala di awal tahun 2027. Kami di pemerintah siap memfasilitasi kebutuhan untuk membawa material ke lokasi pemasangan tiang,” tambahnya.
Pemerintah juga akan kembali mengusulkan beberapa wilayah yang belum terlayani jaringan listrik untuk diintervensi melalui program listrik masuk desa (Lisdes) yang dicanangkan PLN. Salah satunya Desa Matemega yang berada di Kecamatan Alas.
Berdasarkan data sekitar 500 kepala keluarga (KK) tinggal di Desa Matemega yang hingga saat ini belum merasakan listrik. Selama ini fasilitas penerangan di desa menggunakan genset serta mengandalkan listrik dari panel surya.
“Komunikasi awal dengan pihak PLN mereka akan mencoba merencanakan di tahun 2027. Kami juga akan segera bersurat secara resmi ke PLT agar bisa segera direalisasikan,” ujarnya. (ils)



