Praya (Suara NTB) – Target tinggi telah dicanangkan pada gelaran MotoGP Mandalika tahun 2026 ini. Mulai dari peningkatan jumlah penonton lebih dari 145 ribu orang hingga dampak perputaran ekonomi yang dihasilkan diharapkan bisa di atas Rp 5 triliun. Berbagai persiapan pendukung pun terus dilakukan untuk bisa mewujudkan target tersebut. Sekaligus memastikan gelaran MotoGP Mandalika tahun ini bisa menjadi gelaran tersukses dari penyelenggaraan sebelum-sebelumnya.
‘’Berbagai perbaikan terus dilakukan. Baik itu dari sisi teknis kesiapan Sirkuit Internasional Mandalika yang akan menjadi venue gelaran hingga fasilitas penunjang di Kawasan The Mandalika dan sekitarnya. Termasuk aspek konektivitas, keamananan serta inklusivitas penyelenggaraan ajang balap dunia itu sendiri,’’ ungkap Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal kepada awak media usai rapat koordinasi lengkap persiapan MotoGP di VIP Deluxe Sirkuit Internasional Mandalika, Kamis (17/9).
Ia mengatakan, dari sisi kesiapan sirkuit sendiri saat ini terus dikebut. Penambahan dan pembenahan fasilitas penunjang sirkuit juga dilakukan. Semua itu untuk memastikan Sirkuit Internasional Mandalika benar-benar siap menjadi venue penyelenggaraan ajang MotoGP tahun ini.
Dari aspek konektivitas, pihaknya juga sudah mendorong pihak maskapai untuk memastikan kesiapan penerbangan jauh lebih awal. Dengan memberikan kepastian soal extra flight supaya jauh lebih awal para penonton MotoGP bisa mempersiapkan rencana perjalanannya. ‘’Jangan sampai ada penonton yang sudah memiliki tiket nonton MotoGP Mandalika, tidak jadi menonton karena tiket pesawat tidak tersedia,’’ ujarnya.
Diakuinya, banyak kasus penonton MotoGP tidak jadi menonton, karena tidak kebagian tiket pesawat. Hal ini yang terus dibenahi, sehingga maskapai diminta memastikan kesiapan penerbangan jauh lebih awal. ‘’Hasilnya, sampai saat ini sudah ada 66 extra flight yang diajukan oleh sejumlah maskapai,” terangnya.
Termasuk juga harga tiket pesawat pihaknya berharap tetap pada ambang harga yang wajar. Bahkan, bila perlu ada diskon khusus yang diberikan bagi penumpang yang mau menonton MotoGP Mandalika. Sehingga penonton dari luar NTB pada khusus lebih semangat untuk datang dan menonton MotoGP Mandalika tahun ini.
Selain transporatasi udara, aksesibilitas moda transpotasi darat juga turut ditingkatkan. Salah satu caranya yang dengan menambah shuttle bus yang melayani para penonton MotoGP Mandalika. “Semua persoalan-persoalan yang terjadi tahun-tahun sebelumnya perlahan kita urai. Mungkin belum sempurna, tapi yang jelas penyelenggaraan MotoGP Mandalika tahun ini harus lebih baik lagi,” imbuhnya.
Tidak kalah penting soal inklusifitas ajang MotoGP Mandalika itu sendiri, sekarang jauh lebih baik. Hal itu bisa dilihatnya meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaraa MotoGP Mandalika. Marshall sekaraang sudah 100 persen masyarakat lokal. Begitu juga volunteer semuanya adalah putra-putri NTB. Artinya, MotoGP Mandalika sekarang ini adalah milik NTB.
“Untuk itu dukungan dari seluruh elemen masyarakat di daerah ini sangat diharapkan. Agar bagaimana MotoGP Mandalika bisa berlangsung sukses. Karena ini eventnya masyarakat NTB,” tandasnya.
Di tempat yang sama Direktur Utama InJourney Maya Watono mengatakan optisme yang tinggi kalau ajang MotoGP Mandalika tahun ini akan berlangsung lebih sukses. Menurutnya, keterlibatan banyak pihak dalam mendukung perhelatan akbar tersebut menjadi kuncinya. Berbagai persoalan yang muncul saat penyelenggaraan sebelumnya saat ini sudah mulai diurai.
“Dengan berbagai perbaikan dan pembenahan yang dilakukan saat ini, kita yakin dan optimis ajang MotoGP Mandalika tahun ini akan bisa lebih baik. Dan, tentunya bisa memberikan impact yang lebih besar pula,” imbuhnya. (kir)



