Taliwang (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) resmi memulai Retret Kepemimpinan Kepala Orgabisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2026, Kamis (17/9). Kegiatan yang dibuka langsung Bupati, H. Amar Nurmansyah tersebut berlangsung di Aula Paserang, Gedung Graha Praja Sekretariat Daerah KSB.
Retret yang mengusung tema “Penguatan Sinergi Kepemimpinan untuk Mewujudkan KSB Maju Luar Biasa menuju Transformasi Kesejahteraan Masyarakat” ini diikuti oleh 42 peserta. Terdiri dari kepala dinas, kepala badan, asisten, staf ahli, dan camat serta direktur RSUD Asy Syifa’.

Dalam pembukaan, Bupati H. Amar Nurmansyah menegaskan bahwa pencapaian visi dan misi pembangunan daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab kepala daerah dan wakil kepala daerah. Seluruh pimpinan perangkat daerah memiliki peran penting untuk menerjemahkan kebijakan pemerintah daerah ke dalam program dan pelayanan yang dirasakan langsung masyarakat.
“Bupati dan wakil bupati tidak mungkin bekerja sendiri untuk mengemban amanah mewujudkan visi dan misi pembangunan daerah. Karena itu, kami ingin melihat sejauh mana kepemimpinan selama satu setengah tahun ini berjalan, apa yang perlu diperkuat dan apa yang perlu disempurnakan,” kata Bupati Amar dalam arahannya.
Menurutnya, retret ini menjadi momentum untuk menyamakan arah kepemimpinan sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program selama pemerintahan berjalan. Ia meminta kepala perangkat daerah tidak hanya menjalankan rutinitas birokrasi, tetapi juga harus mampu membaca persoalan dan kebutuhan masyarakat.
Bupati menekankan tiga nilai yang harus menjadi pijakan dalam menjalankan kepemimpinan pemerintahan yakni, integritas, transformatif, dan kolaboratif. Integritas kata Bupati KSB ketiga ini, diperlukan untuk membangun kepercayaan, sementara kepemimpinan transformatif menuntut kemampuan aparatur beradaptasi terhadap perubahan dan memperbaiki kualitas pelayanan.
“Karena kita adalah pelayan publik, kita harus peka terhadap dinamika yang terjadi, isu di masyarakat dan titik-titik krusial dalam pelayanan. Dengan cara berpikir transformatif, kita bisa mencari solusi dan terus adaptif mengembangkan pelayanan,” sarannya.
Selain itu, Bupati meminta perangkat daerah memperkuat kerja kolaboratif. Menurutnya, berbagai persoalan pembangunan tidak dapat diselesaikan oleh satu organisasi perangkat daerah secara sendiri-sendiri. “Jangan sampai kita menjadi penyakit dalam organisasi, tetapi bagaimana kita menjadi solusi dalam organisasi dengan berkolaborasi bersama semua pihak,” tegasnya seraya menambahkan kerja kolaboratif tersebut berlaku secara luas.
“Kerja-kerja kolaboratif antar OPD juga wajib. Jangan ada ego sektoral antar OPD karena itu akan menghambat kerja-kerja kolektif kita dalam menjalankan roda pembangunan di daerah,” tandas Bupati.
Retret perdana ini akan berlangsung selama tiga hari, 17-19 September 2026, dengan memanfaatkan sejumlah lokasi seperti di Balad dan Bendungan Tiu Suntuk. Peserta akan mendapatkan pembekalan dan berdialog dengan sejumlah narasumber, di antaranya dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta sejumlah pimpinan daerah dari periode sebelumnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) KSB, Hairul selaku Ketua Panitia mengatakan inti dari kegiatan retret ini diarahkan untuk memperkuat solidaritas, komitmen, dan kepekaan pimpinan perangkat daerah dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Harapan kita setelah retret ini, semua ilmu yang diperoleh para kepala OPD dapat mereka terapkan dalam pelaksanaan program dan pelayanan pada perangkat daerah masing-masing,” pungkas Sekda.(bug/*)



