Mataram (Suara NTB) – Kantor Cabang Dinas (KCD) Dikpora Wilayah I akan memberikan sanksi oknum guru yang tidak disiplin. Tindakan tegas ini berdasarkan temuan dugaan pemalsuan daftar hadir oleh sejumlah guru di sekolah.
Kepala KCD Dikpora Wilayah I, Purni Susanto menegaskan, setiap kepala sekolah bertanggung jawab penuh untuk membina para guru di satuan pendidikan masing-masing. Guru yang terindikasi melalaikan tugas utama harus ditangani secara serius, agar pelanggaran serupa tidak terulang. Bahkan, Kepsek diminta memeriksa guru bersangkutan guna mengetahui alasan di balik ketidakhadiran mereka.
“Bukti-bukti pembinaannya disampaikan ke kami di cabang dinas. Kami siap menindaklanjuti. Kalau sekolah sudah tidak sanggup, kami siap mengambil alih tugas pembinaan tersebut,” tegasnya, Jumat (18/9).
Purni menekankan pembinaan dan evaluasi kinerja merupakan kewenangan sekaligus kewajiban kepala sekolah. Evaluasi berkala dinilai penting untuk memetakan kualitas kedisiplinan para pendidik secara transparan.
“Untuk urusan-urusan seperti ini, silakan kepala sekolah punya hak, kewenangan-kewenangan penuh untuk memberikan pembinaan, mengarahkan guru-guru kita yang kurang disiplin menjadi lebih disiplin, dan yang sudah bagus disiplinnya tentu terus dipertahankan dan ditingkatkan,” terangnya.
Ia menambahkan sekolah merupakan tempat pembentukan karakter dan kedisiplinan. Oleh karena itu, aturan kedisiplinan harus berlaku bagi seluruh warga sekolah baik siswa maupun guru.
KCD Dikpora Wilayah I akan rutin memantau dan memeriksa tingkat kedisiplinan di sekolah. Tenaga pendidik diminta menjalankan tugas negara dengan penuh integritas.
“Kami tentu tidak bosan untuk terus mengingatkan kembali akan tanggung jawab kita bahwa ini adalah tugas negara, amanah dari negara. Kita makan dan digaji dari uang rakyat,” tekannya.
Selain masalah kedisiplinan individu, Purni juga menyoroti kelancaran proses belajar-mengajar. Ia meminta sepala sekolah menyiapkan skema pengawasan dan jadwal pengganti agar tidak ada kelas yang kosong akibat ketidakhadiran guru. (sib)



