BerandaHEADLINEMembentuk Karakter Siswa Melalui Forum OSIS SMP Kota Mataram

Membentuk Karakter Siswa Melalui Forum OSIS SMP Kota Mataram

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan (Disdik) melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kota Mataram terus berupaya memperkuat karakter pelajar. Upaya tersebut terwujud dalam gelaran Bimbingan Teknis (Bimtek) Forum OSIS SMP se-Kota Mataram, yang digelar dari Rabu, (16/9) hingga Jumat (18/9).


Bimtek tersebut diikuti oleh 80 peserta perwakilan pengurus OSIS SMP se-Kota Mataram. Forum ini menjadi wadah pembinaan sekaligus internalisasi nilai-nilai karakter positif sejak dini.

Membentuk Karakter Siswa Melalui Forum OSIS SMP Kota Mataram


Adapun tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk membentuk siswa yang memiliki integritas tinggi, rasa gotong royong dan kerjasama, serta mampu beradaptasi sesuai perkembangan zaman.


Ketua Forum Bimtek Kota Mataram, Achmad Jauhari, mengatakan, forum ini terselenggara dengan harapan dapat menjadi benteng bagi siswa agar terhindar dari perilaku negatif. Seperti korupsi, penyalahgunaan narkoba, radikalisme, hingga bullying di lingkungan sekolah.


“Nilai-nilai itu yang kita akan tanamkan kepada mereka agar mereka menjadi peer educator bagi teman-temannya baik di sekolahnya maupun ke sekolah-sekolah yang lain,” ujarnya.


Untuk menunjang nilai-nilai tersebut, MKKS turut bekerja sama dengan berbagai lembaga dan instansi. Antara lain, BNN untuk menanamkan sikap anti-narkoba, kemudian Dishub terkait upaya menumbuhkan sikap taat lalu lintas. Lalu ada BPBD dalam rangka memperkuat pemahaman terhadap mitigasi bencana dan Densus 88 terkait pencegahan pemahaman radikalisme.


Selanjutnya, ada Bunda PAUD Kota Mataram yang menyampaikan materi Kepemimpinan, Inspektorat dalam rangka menumbuhkan semangat anti-korupsi, hingga DP3A untuk mencegah perilaku perundungan di sekolah.


Jauhari menerangkan, usai gelaran Bimtek tersebut, pihaknya akan membagi dan membentuk Kelompok Kerja (Pokja) yang berisikan sejumlah OSIS dengan berbagai keahlian di dalamnya. Pembagian tersebut nantinya akan ditentukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan di masing-masing lingkungan sekolah.


Misalnya, sejumlah sekolah yang berada di lingkungan dengan zona darurat narkoba akan diarahkan untuk menyosialisasikan tentang bahaya barang haram tersebut. Target utama adalah teman sebaya hingga masyarakat di sekitar sekolah.


“Nah, dengan seperti itu, tentu harapannya anak-anak ini setelah paham bisa mengimbaskan dan mengimplementasikan nilai-nilai tersebut baik di sekolahnya maupun di sekolah lain,” pungkasnya.

Pendekatan Tutor Sebaya



Dengan pendekatan tutor sebaya, OSIS diharapkan terlibat aktif dalam pencegahan perilaku negatif di lingkungan sekolah dan sekitar. Keputusan menggunakan mekanisme tutor sebaya ini bukan tanpa sebab. Baik Disdik dan MKKS melihat, komunikasi efektif tidak selalu terjadi dengan skema formal dan normatif dari guru ke siswa. Seiring berkembangnya zaman, siswa dinilai memiliki kosakata dan gaya bahasa yang lebih mudah dicerna oleh sesamanya.


“Kalau guru beda bahasanya dengan siswa, tapi kalau dengan temannya sendiri mungkin mereka lebih lebih bahagia. Bagaimana cara penanganannya, kemudian kasus-kasus apa bisa ditangani secara komprehensif sama teman anak-anak dari OSIS ini,” terang Kepala Disdik Kota Mataram, Yusuf.


Melalui pendekatan teman sebaya, Yusuf berharap, upaya menumbuhkan karakter siswa yang berintegritas serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Selain itu, Disdik juga berharap, siswa yang tergabung dalam Forum OSIS ini mampu menjadi pionir bagi teman-temannya.


“Kita berharap kegiatan-kegiatan ini semakin banyak sehingga semakin teredukasi kepada anak-anak kita sehingga tidak ada perilaku-perilaku yang menyimpang yang terjadi di sekolah,” pungkasnya.


Kegiatan Forum OSIS mendapat respons positif dari para peserta yang berasal dari sejumlah SMP di Kota Mataram. Para peserta mengaku memperoleh pengalaman baru, terutama dalam meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum, kepemimpinan, serta membangun rasa percaya diri.


Salah satu peserta, Lumada Adriana Prameswari Janetri, asal SMP Negeri 7 Mataram, mengatakan, forum tersebut memberikan banyak pengalaman dan pengetahuan baru mengenai kepemimpinan dalam organisasi OSIS.


“Kesan yang saya dapatkan banyak banget, mulai dari pengalaman, bagaimana cara kita berbicara dengan baik di depan umum, dan bagaimana cara kita memimpin di depan teman-teman kita,” ujarnya.


Melalui penguatan peran OSIS, Disdik berharap para siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara mental dan karakter sebagai generasi penerus bangsa. (sib/*)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO