Mataram (Suara NTB) – Wakil Gubernur (Wagub) Indah Dhamayanti Putri atau Umi Dinda bersama sejumlah pimpinan daerah dari 10 kabupaten/kota se – NTB melaksanakan kunjungan kerja selama 2 hari di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.
Para pimpinan daerah tersebut di antaranya, Bupati Sumbawa, Wakil Bupati Lombok Barat, Wakil Bupati Lombok Utara, Wakil Bupati Lombok Tengah, Sekda Kota Bima, dan sejumlah Kepala Perangkat Daerah yang mewakili kabupaten/kota. Turut mendampingi Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan NTB, Nasrullah Umar.
Kunjungan yang diinisiasi BPJS Ketenagakerjaan ini bertujuan untuk melihat keberhasilan berbagai program Pemerintah Kota Makassar, khususnya terkait perlindungan pekerja rentan dalam rangka mendukung percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem dan penguatan perlindungan sosial.
Mengawali kunjungan, Wagub Umi Dinda bersama rombongan melakukan silaturahmi di kediaman Wali Kota Makassar H. Munafri Arifuddin, Rabu (23/9/2026).
Dalam bincang ringan, Umi Dinda menyampaikan, bahwa Pemerintah Kota Makassar memiliki sebuah inovasi yang sangat inspiratif, salah satunya “Program Makassar Berjasa” (Makassar Berbagi Jaminan Sosial).
“Program ini menunjukkan keberpihakan nyata pemerintah daerah kepada pekerja rentan. Oleh karena itu kami sengaja hadir ke Kota Makassar untuk belajar,” tuturnya.
Wali kota Makassar H. Munafri Arifuddin menyambut baik kehadiran Wagub NTB bersama rombongan. Ia mengakui bahwa NTB adalah salah satu provinsi kepulauan dengan potensi daerah yang luar biasa. Utamanya di sektor pertanian dan pariwisata. Walikota berharap, Makassar dan NTB ke depannya bisa merajut lebih banyak kerjasama.
Belajar dari Makassar Berjasa
Hari kedua di Makassar, Kamis (24/9/2026) kunjungan kerja dilanjutkan dalam sebuah pertemuan di Kantor Wali Kota Makassar. Wakil Wali Kota Mataram Aliyah Mustika Ilham yang menyambut rombongan NTB, memaparkan bahwa Kota Makassar memiliki 7 Program Prioritas yaitu Sapta Unggulan. Salah satunya, Makassar Berjasa yang berfokus untuk perlindungan pekerja rentan.
Sebanyak 81.466 pekerja rentan di Makassar terlindungi melalui program JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) dan JKM (Jaminan Kematian).
“Bukan hanya JKK dan JKM, sebanyak 45 ribu pekerja rentan juga mendapat Jaminan Hari Tua (JHT), sebagai perlindungan tambahan untuk masa depan pekerja,” ujar Wakil Wali Kota.
Saat ini, cakupan Universal Coverage Jamsostek (UCJ) Pemerintah Kota Makassar mencapai 57,28 persen. Makassar juga telah meraih Paritrana Award Tahun 2025 sebagai kabupaten/kota terbaik se Indonesia dalam bidang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.
“Kini, 1.005 agen Perisai disiapkan di seluruh RW di Kota Makassar untuk membantu semakin banyak warga mendapatkan akses perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” imbuh Wakil Wali Kota.
Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sambutan hangat dan kesediaan Pemkot Makassar berbagi Best Practices terkait berbagai inovasi untuk perlindungan pekerja rentan.
“Sampai Agustus 2026, cakupan UCJ di NTB tercatat sebesar 30,65 persen. Angka ini menunjukkan masih terdapat ruang cukup besar untuk memperluas perlindungan, khususnya bagi pekerja sektor informal. Untuk itu kami bersama sejumlah pimpinan daerah dari kabupaten/kota se – NTB datang ke Makassar untuk belajar,” ujarnya.
Menurut Umi Dinda, selama ini perlindungan pekerja rentan pada umumnya lebih banyak diarahkan pada manfaat JKK dan JKM. Adanya tambahan perlindungan JHT di Makassar memberikan perspektif bahwa perlindungan pekerja rentan tidak hanya ditujukan untuk menghadapi resiko, tetapi juga untuk membangun ketahanan ekonomi pekerja dalam jangka panjang.
“Hal inilah yang ingin kita pelajari lebih jauh. Bagaimana kebijakan dirancang, bagaimana penganggarannya melalui APBD, siapa sasaran penerimanya serta bagaimana implementasinya,” tandasnya.
Umi Dinda berharap, para pimpinan daerah dan jajaran yang berkesempatan hadir di Makassar bisa memanfaatkan forum dengan sebaik-baiknya. Karena pembelajaran dari Kota Makassar dapat memperkaya langkah yang telah dilakukan di masing-masing daerah.
“Semoga sinergi yang terbangun antara NTB dan Kota Makassar dapat memberikan manfaat bagi upaya mewujudkan NTB yang semakin sejahtera, inklusif, dan memberikan perlindungan sosial bagi seluruh pekerja,” harapnya. (r/ham)



