BerandaNTBKOTA MATARAMStok Semen di Distributor Langka

Stok Semen di Distributor Langka

Mataram (Suara NTB) – Dinas Perdagangan Kota Mataram melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke distributor semen pada, Selasa (29/9). Hasilnya ditemukan ketersediaan atau stok salah satu material bangunan langka atau limit. Hal ini menyebabkan harga di tingkat pengecer melonjak drastis.


Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida mengakui telah melakukan inspeksi mendadak ke dua distributor semen di Kota Mataram. Kondisinya bahwa pasokan dari produsen berkurang drastis. Distributor biasanya mendapatkan pasokan empat kapal dengan kapasitas 7.600 ton per kapal atau setara dengan 150.000 sak semen. Artinya, pasokan semen 600.000 sak per bulan. “Sejak bulan Agustus turun drastis pasokan menjadi satu kapal atau 150.000 sak per bulan. Jadi terjadi kekurangan atau limit,” jelas Nida.


Nida membeberkan bahwa harga semen di tingkat distributor tidak mengalami kenaikan. Mereka menjual Rp61 ribu-Rp67 ribu per sak. Limitnya bahan material bangunan itu kata Nida,kemungkinan menjadi alasan pengecer atau toko menaikan harga mencapai Rp75 ribu per sak. Pemilik toko juga kesulitan mendapatkan pasokan semen dengan merek tertentu. “Kita juga cek di toko bangunan memang semen dijual Rp75 ribu per sak,” sebutnya.


Ia memastikan tidak ada semen yang mengendap di gudang. Seluruh permintaan pengecer atau toko langsung didistribusikan,tetapi permintaan dibatasi. Untuk menekan harga serta memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi sambung Nida, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan Provinsi NTB. Kondisi ini diharapkan menjadi bahan laporan ke pemerintah pusat,sehingga tidak terjadi kelangkaan di daerah. “Informasinya tanggal 2 Oktober akan pasokan datang lagi. Kita nanti akan lihat seperti apa kondisinya setelah didistribusikan ke distributor,” ujarnya.


Nida mengharapkan kelangkaan semen ini tidak berkepanjangan, sehingga mempengaruhi proses pembangunan di daerah serta kepanikan di tengah masyarakat. Jika kondisi ini berlarut-larut maka akan dilakukan pasar murah guna mengendalikan harga. “Kondisi ini pernah terjadi di tahun 2018. Solusinya melalui pasar murah dengan menghadirkan langsung distributor,” katanya.


Dikonfirmasi terpisah, pemilik toko bangunan di Sweta, Edward Agustin membenarkan stok semen berbagai merek limit. Distributor memberikan jatah setiap transaksi. Hal ini berpengaruh terhadap harga semen di pasaran. “Sekarang kita jual semen Rp75 ribu per sak. Kita belinya sulit karena dikasih jatah,” katanya mengeluh.


Kelangkaan semen ini kata Edward, terjadi sejak awal September. Ia tidak mengetahui pasti penyebabnya, tetapi distributor tiba-tiba membatasi pembelian masing-masing toko.


Kondisi ini diakui berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Akan tetapi,masyarakat terpaksa membayar dengan harga mahal untuk memenuhi kebutuhan. “Mau tidak mau masyarakat beli daripada tidak jadi tukangnya kerja,” demikian kata dia. (cem)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN








VIDEO