Selong (Suara NTB) – Perhelatan MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, pada pekan kedua Oktober 2026 mulai berdampak terhadap tingkat hunian akomodasi wisata di Kabupaten Lombok Timur (Lotim).
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur, Mirayang menyebutkan, jumlah wisatawan domestik maupun mancanegara yang mulai datang ke Lombok Timur cukup besar menjelang perhelatan balap motor internasional tersebut.
Menurutnya, sepekan menjelang MotoGP, sekitar 40 persen dari 309 hotel dan homestay yang ada di Lombok Timur telah terisi. “Jumlahnya sekitar 1.300 kamar yang tersebar di Tetebatu, Sembalun dan hotel-hotel yang ada di wilayah Lombok Timur bagian selatan,” ujar Mirayang, menjawab Suara NTB via telepon, Kamis (1/10/2026).
Selain hotel dan homestay, Pemkab Lombok Timur juga menyiapkan alternatif akomodasi berupa 18 titik camping ground. Fasilitas tersebut disiapkan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan tempat menginap apabila kapasitas hotel dan homestay telah penuh. Beberapa lokasi camping ground tersebut berada di kawasan wisata Tetebatu, Sembalun dan Jeruk Manis.
“Kalau hotel sudah penuh, camping ground bisa digunakan. Seperti di Tetebatu, Sembalun dan Jeruk Manis. Jadi Lombok Timur tidak hanya menjual hotel, tetapi juga camping ground,” katanya.
Jadi Daerah Penyangga
Mirayang berharap momentum MotoGP di Sirkuit Mandalika dapat memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata Lombok Timur. Sebagai daerah yang berada di sekitar kawasan Mandalika, Lombok Timur dinilai memiliki potensi menjadi salah satu daerah penyangga bagi kebutuhan akomodasi wisatawan.
Menurutnya, wisatawan yang datang tidak seluruhnya memilih menginap di kawasan yang berdekatan dengan Sirkuit Mandalika. Sebagian wisatawan justru memilih menginap di wilayah yang lebih jauh agar dapat sekaligus menikmati destinasi wisata yang ada di Lombok Timur.
“Setelah Lombok Tengah dan Mataram, Lombok Timur menjadi pilihan. Ini bukan hanya limpahan wisatawan. Ada juga yang memang sengaja memilih menginap di lokasi yang lebih jauh dari areal MotoGP agar bisa sambil liburan panjang,” jelasnya.
Sejumlah destinasi wisata seperti Tetebatu, Sembalun, dan Jeruk Manis menjadi pilihan karena menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dari kawasan sekitar sirkuit.
Peningkatan kunjungan wisatawan tersebut juga diharapkan memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Timur, terutama dari sektor pajak hotel dan restoran.
Pemkab Lombok Timur menargetkan penerimaan PAD dari pajak hotel dan restoran mencapai sekitar Rp19 miliar pada tahun ini. Hingga September 2026, realisasi penerimaan disebut telah mencapai sekitar Rp10 miliar.
Dengan adanya peningkatan kunjungan wisatawan menjelang dan selama perhelatan MotoGP, pemerintah daerah optimistis target tersebut dapat tercapai. “Kita yakin target PAD tersebut bisa tercapai,” kata Mirayang.
Ia berharap meningkatnya kunjungan wisatawan tidak hanya memberikan dampak selama berlangsungnya MotoGP, tetapi juga mendorong wisatawan untuk memperpanjang masa tinggal dan mengunjungi berbagai destinasi wisata di Lombok Timur.
Dengan demikian, momentum MotoGP tidak hanya menjadi agenda olahraga internasional, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat sektor pariwisata dan meningkatkan kontribusi ekonomi bagi daerah penyangga, termasuk Lombok Timur. (rus)



