BerandaNTBLOMBOK UTARAHari Anak Nasional, Bupati Tegaskan Anak Adalah Pemilik Masa Depan Lombok Utara

Hari Anak Nasional, Bupati Tegaskan Anak Adalah Pemilik Masa Depan Lombok Utara

Tanjung (Suara NTB) – Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., menegaskan status anak-anak Lombok Utara bukan sekadar generasi penerus. Sebaliknya, mereka adalah pemilik masa depan dan sumber energi moral bagi perjalanan panjang daerah.

“Anak-anak adalah pemilik masa depan sekaligus sumber energi moral bagi perjalanan panjang daerah. Ketika kita berbicara tentang anak, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang wajah KLU, dua puluh hingga tiga puluh tahun yang akan datang,” ujar Bupati saat perayaan Hari Anak Nasional di Tanjung, Minggu (4/10/2026).

Ia menekankan, bagiamana orang tua merawat, membina, mendidik, dan melindungi anak-anak hari ini, akan menentukan wajah Lombok Utara di masa depan. Oleh karenanya, ia mengingatkan para orang tua untuk senantiasa memberikan bimbingan terbaik kepada anak.

Ia mengajak kepada seluruh anak di Lombok Utara utik tidak takut  bercita-cita tinggi. Selama cita-citanya ditempuh dengan ilmu, kerja keras, disiplin, doa, dan akhlak mulia, perjuangan masa depan diyakininya akan berhasil.

“Jangan pernah merasa kecil karena berasal dari desa, justru desa adalah sekolah kehidupan yang paling jujur, disanalah kita belajar tentang ketekunan, gotong royong, kemandirian, kedekatan dengan alam, dan kedekatan dengan tuhan,” pesannya.

“Kepada para orang tua, saya mengajak untuk mengubah cara bertanya kepada anak. Tidak hanya menanyakan “mau jadi apa nanti?”, tetapi juga “apa yang membuatmu bahagia? Apa yang membuatmu semangat belajar? Apa yang bisa kamu lakukan untuk membantu orang lain?” katanya.

Di sisi lain, pemerintah daerah kata Najmul, akan terus mendorong ekosistem pendidikan yang memberi ruang bagi anak untuk berolahraga, berkesenian, mengembangkan teknologi, menjaga lingkungan, dan mengenal budaya lokal, anak harus diberi kesempatan luas untuk mencoba, gagal, bangkit, dan menemukan cara yang lebih baik.

Ia juga mengatensi masih adanya kasus kekerasan terhadap anak, perkawinan anak usia dini, dan anak putus sekolah yang menimpa anak Lombok Utara. Bupati meminta, agar seluruh OPD meningkatkan koordinasi maupun menyiapkan solusi untuk meminimalisir setiap indikator persoalan yang menimpa anak.

“Perayaan Hari Anak Nasional tidak boleh hanya menjadi panggung kegembiraan, Ia harus menjadi cermin bagi kita, anak yang mengalami kekerasan membutuhkan perlindungan, pemulihan, pendampingan, dan kesempatan untuk kembali tumbuh secara sehat,” tandasnya. (ari)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO