Mataram (Suara NTB) – Gelaran MotoGP Mandalika 2026 mendongkrak aktivitas usaha pariwisata di NTB. Menjelang balapan yang berlangsung 9–11 Oktober 2026, permintaan paket wisata meningkat, dan cukup membuat pelaku usaha pariwisata sumringah.
Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) NTB, Sellywati, SH., Senin, 5 Oktober 2026 mengatakan, penjualan tiket maupun paket wisata MotoGP tahun ini lebih ramai dibandingkan tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah ramai. Rata-rata bisnis mendapatkan rezeki saat MotoGP ini. Dibandingkan tahun lalu lebih ramai sekarang,” kata Sellywati.
Menurutnya, dampak MotoGP tidak hanya dirasakan penyelenggara atau penjual tiket, tetapi hampir seluruh lini usaha yang berkaitan dengan pariwisata. Mulai dari biro perjalanan, hotel, transportasi hingga destinasi wisata ikut mendapatkan manfaat dari kedatangan penonton.
Sellywati menjelaskan, paket yang banyak diminati umumnya mengombinasikan agenda menonton MotoGP dengan kunjungan ke sejumlah destinasi wisata. Salah satu pola perjalanan yang banyak ditawarkan yakni wisatawan tiba di Lombok, kemudian mengunjungi Gili, menonton MotoGP, sebelum kembali ke daerah asal.
Untuk wisatawan asal Malaysia, terdapat pula paket yang memasukkan kunjungan ke Sembalun. Pasar wisatawan MotoGP tahun ini masih didominasi wisatawan domestik. Sementara dari pasar mancanegara, Malaysia dan Singapura menjadi pasar yang cukup terlihat.
“Yang nonton paling banyak domestik. Kalau luar negeri, Malaysia dan Singapura,” jelas Selly.
Ia mengatakan tingginya harga tiket pesawat belum menyurutkan minat wisatawan untuk datang ke Lombok. Meski harga hotel mulai mengalami penurunan, tarif penerbangan masih relatif tinggi, terutama pada kelas ekonomi.
Kondisi ini, kata Selly, membuat pelaku perjalanan wisata harus menyesuaikan harga paket dengan biaya akomodasi dan penerbangan.
“Kita harus beradaptasi dengan hotel dan pesawat. Kita tidak bisa menghindari itu,” katanya.
Meski demikian, Sellywati menilai tingginya biaya perjalanan belum menjadi hambatan besar bagi pasar MotoGP tahun ini. Penambahan kapasitas penerbangan juga dinilai membantu mendukung mobilitas penonton menuju Lombok.
Dengan semakin dekatnya pelaksanaan MotoGP Mandalika, ia berharap pergerakan wisatawan terus meningkat dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi pelaku usaha pariwisata di NTB. “Banyak kebahagiaan pada MotoGP tahun ini,” tandasnya. (bul)



