Giri Menang (Suara NTB) – Tiga besar calon Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Barat (Lobar) telah ditetapkan tim Panitia Seleksi (Pansel). Ketiga nama itu yaitu Arief Suryawirawan, Hj. Damayanti Widyaningrum, dan H. Fauzan Husniadi. Di antara tiga nama itu, Hj. Damayanti Widyaningrum menjadi sosok perempuan pertama sebagai Calon Sekda sepanjang sejarah di Lobar. Ia mampu menembus tiga besar setelah tahapan seleksi yang ketat oleh tim Pansel.
Sebagai kandidat Sekda, Ia mengusung program mengoptimalkan tata kelola pemerintahan Lobar yang belum optimal. Dikonfirmasi di kantornya, Kamis (1/10/2026) lalu, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan itu menyampaikan bahwa pihaknya memiliki program memaksimalkan tata kelola pemerintahan dengan merancang sistem pemerintahan terpadu.
“Jadi saya menginginkan bagiamana OPD-OPD itu satu, tidak ego sektoral,” kata mantan Kadis Pertanian itu.
Ia merancang bagiamana Pemkab mengacu pada satu data, satu perencanaan, satu gerakan, satu pengendali dan satu hati. Tentunya dalam menentukan tujuan pembangunan ke depan, mengacu pada Permenpan Reformasi Birokrasi (RB) nomor 95 di mana dari pusat sampai daerah mengarah pada RB Tematik.
Kebijakan RB Tematik dirancang agar instansi pemerintah tidak sekadar menyelesaikan urusan administrasi internal, melainkan fokus pada penyelesaian isu nasional yang berdampak langsung ke masyarakat yang mencakup kemiskinan ekstrem, stunting, percepatan investasi dan tata kelola pemerintahan.
Dalam melaksanakan optimalisasi tata kelola pemerintahan ini, Pihaknya tentu menggunakan sistem terpadu yang sudah ada seperti aplikasi e-kinerja. Tetapi aplikasi e-kinerja pegawai ini nantinya lebih difokuskan pada outcome atau dampak.
Pihaknya akan mengubah pola kerja penilaian dari sisi administratif, kepada kinerja berbasis hasil kepada kesejahteraan masyarakat Lobar. Aplikasi e-kinerja ini juga akan dikoneksikan dengan penilaian TPP ASN.
Selain itu, jika hasil dari Indikator Kinerja Utama OPD maupun ASN tidak berhasil. Maka dari sistem terpadu tersebut bisa dilihat kinerja dari OPD tersebut.
Damayanti menyampaikan ingin semua OPD tidak ego sektoral dalam melaksanakan program kerja. Namun, OPD-OPD harus satu, baik dalam acuan perencanaan menggunakan satu data. Arah tujuan perencanaan tentunya disesuaikan dengan visi misi Bupati dan RPJMD.
Terkait dirinya menjadi satu-satunya perempuan yang masuk tiga besar radar calon Sekda Lobar. Damayanti bersyukur, sebagai seorang perempuan ia diberi kesempatan yang sama untuk menjadi calon panglima ASN di Lobar. Terlebih, ini disebut-sebut sebagai momen pertama kalinya dalam sejarah Lobar, ada figur perempuan sebagai calon Sekda di gumi patut patuh patju. ”Tentunya saya merasa percaya diri ya,” ujarnya, saat dimintai keterangan usai menjalani wawancara langsung dengan Wakil Bupati (Wabup) Lobar, Senin (5/10/2026).
Ia merasa pengalaman yang dimilikinya selama menjadi Kadis Pertanian yang sering turun langsung ke tengah-tengah masyarakat, cukup menjadi modal dirinya untuk menyerap berbagai persoalan dan harapan masyarakat. Di samping itu, ia pun tak menampik bahwa sebagai sesama perempuan, tentu ada kedekatan emosional dengan Wabup. Sehingga jika terpilih nanti, Damayanti merasa dirinya akan lebih bisa berdiskusi dengan hati bersama Wabup.
”Bahwa kita perempuan itu memiliki kesetaran dan kesempatan yang sama untuk bisa tampil dalam kontestasi Sekda ini,” ungkapnya.
Namun, ia memahami jika pemilihan satu nama yang akan dikirim ke kementerian oleh Wabup nantinya, itu adalah yang terbaik yang didasari oleh penilaian-penilaian secara objektif dan profesional.
Damayanti pun optimis jika diberi kesempatan, akan membuktikan bahwa perempuan juga bisa diberi amanah untuk menjabat sebagai Sekda. ”Kami di sini juga merasa, bahwa perempuan itu bisa menjabat juga sebagai Sekda. Karena itu kan 30 persen harus (diisi) oleh perempuan, sesuai dengan amanat Undang-Undang,” pungkasnya penuh rasa optimis. (her)



