Bima (Suara NTB) – Sejumlah jabatan strategis di lingkup Pemerintah Kabupaten Bima masih kosong. Pengisian jabatan struktural ini akan mengacu hasil profiling aparatur sipil Negara (ProASN).
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Bima, Suryadin mengatakan mekanisme pengisian jabatan disesuaikan dengan jenjang eselon masing-masing. Pengisian jabatan eselon III dan IV melalui mekanisme mutasi. Sedangkan, pengisian jabatan eselon II atau pimpinan organisasi perangkat melalui mekanisme seleksi terbuka. “Pengisian jabatan eselon II harus melalui seleksi terbuka,” kata Suryadin dikonfirmasi, Selasa (13/10).
Sejumlah jabatan struktural masih lowong pasca pelantikan 10 pejabat eselon II pada April lalu. Jabatan tersebut meliputi Kabid Cipta Karya Dinas PUPR, Kabid Budidaya dan Pengembangan Ternak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Sekretaris Dinas PUPR, Sekretaris BPKAD, Sekretaris DPMPTSP, Sekretaris Dinas Kesehatan, Kabag Tata Pemerintahan Setda, Irban Wilayah IV Inspektorat, Camat Sape, dan Camat Ambalawi.
Suryadin menegaskan, pengisian jabatan tersebut akan mengacu pada hasil profiling ASN yang dilaksanakan beberapa waktu lalu. “Jelas akan mengacu pada hasil profiling,” katanya.
Sementara, posisi Kepala BKD dan Diklat serta Kepala Dikbudpora juga kosong setelah pejabat sebelumnya purnatugas. Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) telah menunjuk pelaksana tugas.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bima, Adel Linggi Ardi sebelumnya menyebutkan, sebanyak 750 PNS di lingkup Pemkab Bima mengikuti ProASN untuk memetakan potensi dan kompetensi mereka. Profiling tersebut mencakup penilaian potensi intelektual, kompetensi manajerial, kompetensi sosial kultural, serta literasi digital.
Hasil pemetaan itu menjadi bagian dari penyediaan data untuk mendukung penerapan manajemen talenta ASN, termasuk penyiapan talenta dalam pengisian jabatan manajerial. (hir)



