WAKIL Ketua DPRD Kota Mataram, Hj. Baiq Mirdiati, meminta pemerintah daerah melalui Dinas Sosial dan Satpol PP Kota Mataram menertibkan keberadaan badut jalanan yang semakin banyak beraktivitas di persimpangan dan lampu merah. Penertiban dinilai penting untuk menjaga keselamatan badut maupun pengendara serta mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Mirdiati mengatakan, keberadaan badut jalanan dalam beberapa waktu terakhir cukup banyak terlihat di sejumlah ruas jalan di Kota Mataram. Kondisi tersebut dikhawatirkan bertambah parah apabila tidak ditangani sejak awal.
“Untuk badut akhir-akhir ini sudah cukup banyak di jalan. Saya khawatir nanti akan lebih banyak apabila tidak ditertibkan dari awal,” ujarnya kepada Suara NTB melalui pesan WhatsApp, kemarin.
Menurutnya, persoalan badut jalanan tidak cukup dilihat dari aktivitas mereka mencari nafkah, tetapi juga harus mempertimbangkan aspek keselamatan. Aktivitas di persimpangan, terutama ketika lampu lalu lintas menyala merah, berpotensi mengganggu konsentrasi pengendara dan membahayakan keselamatan mereka yang beraktivitas di jalan.
Karena itu, Politisi Gerindra ini meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait melakukan penertiban secara terarah. Langkah tersebut diperlukan agar keberadaan badut tidak mengganggu kelancaran lalu lintas maupun menimbulkan risiko kecelakaan.
“Kita pikirkan keselamatan jiwa mereka dan jiwa pengendara yang harus dijaga sebelum terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, apalagi di persimpangan lampu merah,” tegasnya.
Meski demikian, Mirdiati menekankan bahwa penanganan badut jalanan sebaiknya tidak hanya berorientasi pada penertiban. Pemerintah perlu menyiapkan pembinaan, pelatihan, dan pendampingan agar mereka memiliki alternatif pekerjaan yang lebih aman.
Anggota dewan tiga periode ini menyarankan agar aktivitas badut diarahkan ke lokasi hiburan atau tempat keramaian yang lebih nyaman dan aman, bukan di jalan raya yang memiliki risiko tinggi.
Menurut Mirdiati, upaya tersebut penting agar penataan ruang publik tetap berjalan tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat dalam memenuhi nafkah sehari-hari.
Dengan penanganan yang terencana, ia berharap keberadaan badut jalanan ke depan tidak lagi mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan di Kota Mataram. (fit)



