Mataram (Suara NTB) – Tunjangan profesi guru (TPG) bagi guru non-ASN dipastikan akan mulai ditransfer ke rekening penerima pada pekan ini. Kepastian ini disampaikan setelah adanya dorongan kuat dariĀ Komisi X DPR RI kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Keuangan.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani menegaskan bahwa anggaran tunjangan Profesi Guru tersebut telah tersedia sehingga proses pencairan harus segera direalisasikan. Ia mengingatkan agar hak para guru tidak tertunda tanpa alasan yang jelas.
“Anggarannya sudah ada. Tolong jangan ditahan-tahan karena ini kebutuhan bagi guru-guru kita dan hak mereka untuk menerima itu,” tegas Lalu Hadrian pada Selasa (20/10).
Ia mengungkapkan, dirinya telah mengkonfirmasi dari Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, dan dia telah mendapatkan penjelasan bahwa Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) telah siap.
“Kemarin saya ditelepon oleh Dirjen Anggaran, menyampaikan malam lalu SP2D-nya sudah siap. Insyaallah Senin cair di rekening penerima,” ujarnya.
Menurut Lalu Hadrian, pencairan sebenarnya dapat dilakukan pada Jumat. Namun, SP2D baru diterima terlalu sore sehingga proses pencairan harus menunggu hari kerja berikutnya.
Ia berharap proses selanjutnya berjalan lancar agar para guru penerima TPG dapat segera memperoleh hak mereka.
Pencairan TPG tepat waktu tersebut tidak saja sekedar memberikan hak kepada guru-guru. Tapi juga akan berdampak pada perputaran ekonomi ditengah masyarakat.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof Abdul Muāti, mengapresiasi kerja sama lintas kementerian dan dukungan DPR RI dalam mempercepat penyaluran tunjangan tersebut.
“Alhamdulillah, dengan kerja sama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Keuangan, dan juga teman-teman di DPR, insya Allah mulai pekan depan tunjangan guru non-ASN mulai dapat ditransfer,” kata Abdul Muāti dalam penjelasanya kepada media. (ndi)



