BerandaNTBKOTA BIMASampah di Sekolah Akan Dikonversi Jadi Uang

Sampah di Sekolah Akan Dikonversi Jadi Uang

Kota Bima (Suara NTB) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berencana memperluas program tabungan sampah ke seluruh sekolah di Kota Bima. Sampah yang dikumpulkan sekolah akan dinilai berdasarkan jenis dan harga satuannya, kemudian hasilnya diserahkan dalam bentuk uang setiap bulan.

Kepala DLH Kota Bima, Syahrial Nuryadin menjelaskan, buku tabungan yang telah diserahkan kepada sejumlah sekolah, di antaranya SDN 49 Kota Bima dan SMP Negeri 5 Kota Bima, digunakan untuk mencatat akumulasi tabungan sampah atas nama sekolah.

“Untuk buku tabungan yang sudah diberikan untuk pencatatan total tabungan sampah atas nama sekolah,” ujarnya saat dikonfirmasi Suara NTB, Rabu (21/10).

Dalam mekanisme program tersebut, sekolah bertugas mencatat jumlah siswa yang menabung sampah. Sementara itu, BSI Karaso Rasa menentukan jenis sampah yang dapat diterima beserta harga satuan masing-masing jenis.

Syahrial mengatakan, sampah yang terkumpul selanjutnya diserahkan kepada BSI untuk dihitung berdasarkan jenis dan harga yang telah ditetapkan. Nilai sampah tersebut kemudian menjadi saldo tabungan sekolah yang dicairkan secara berkala.

“Hasilnya nanti akan diserahkan dalam bentuk uang sesuai nominal sampah yang ditabung per bulannya,” sebutnya.

Pihaknya menargetkan program ini dapat diterapkan secara lebih luas dengan menyasar seluruh sekolah di Kota Bima. Pelaksanaannya direncanakan dibagi berdasarkan wilayah kecamatan melalui koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama (Kemenag).

Meski demikian, DLH belum merinci jumlah sekolah yang akan menjadi sasaran maupun jadwal perluasan program. Koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kemenag diperlukan untuk mendata sekolah yang berada di bawah kewenangan masing-masing instansi.

DLH juga merencanakan pendampingan, pemantauan, dan evaluasi untuk mendukung pelaksanaan program. Adapun pengangkutan sampah dari sekolah akan dijadwalkan setiap minggu atau setiap bulan.

“Selanjutnya akan tetap dilakukan pendampingan, monitoring dan evaluasi program ini. Dan, rencana pengangkutan akan dilaksanakan per minggu atau per bulan,” tandasnya. (hir)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN















VIDEO